JawaPos Radar

Portal Web untuk Melacak Anak Imigran Perbatasan AS Susah Diakses

14/07/2018, 12:15 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
imigran Guatemala, anak imigran perbatasan, imigran Guatemala amerika
Anak-anak imigran yang dipisahkan dari orang tuanya oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Business Insider)
Share this

JawaPos.com - Portal web pemerintah AS untuk memeriksa seorang anak Guatemala yang telah dipisahkan dari orang tuanya di perbatasan, susah diakses. Kemungkinan kegagalan tersebut terjadi karena banyaknya pengguna yang mencoba masuk.

"Saya tidak bisa masuk, sistem itu tampaknya sedang down," kata Pengacara Sebastian Harley sebagaimana dilansir dari Reuters, Sabtu (14/7).

Website ini diluncurkan sejak Januari 2014 dan dirancang untuk melacak anak-anak imigran. Namun, sejak peuluncurannya, website ini telah membuat bingung pegawai pemerintah dan orang-orang yang menggunakannya.

Para pengguna menyebut berbagai masalah muncul termasuk situs tersebut tak bisa menampung banyak pengguna yang masuk. Ada juga kehilangan data yang sudah disimpan, kemampuan penelusuran yang buruk, dan pembaruan apapun harus dilakukan manual.

Sistem yang dioperasikan Office of Refugee Resettlement (ORR) atau Kantor Pemukiman Pengungsi telah menjadi bagian penting dari upaya melacak ribuan anak di bawah pengawasan pemerintah. Anak-anak ini yang dipisahkan dari orang tua mereka oleh petugas imigrasi dalam beberapa bulan terakhir.

Situs ini digunakan oleh pegawai pemerintah, penyedia layanan hukum, pekerja tempat penampungan, dan operator call center yang ingin menjawab pertanyaan orang tua tentang keberadaan anak-anak mereka.

Namun, sistem ini malah kebanyakan untuk melacak anak di bawah umur yang pergi ke perbatasan tanpa pendampingan, dibanding mereka yang dipisahkan orang tua mereka. Ini juga mempersulit upaya untuk menghubungkan anggota keluarga.

Paige Austin, seorang pengacara di New York Civil Liberties Union, bersama rekan-rekannya telah mendokumentasikan banyak kasus tahun ini. Namum, masalah dengan portal tersebut menunda pembebasan anak-anak dari tahanan ORR.

"Kami benar-benar mengamati bahwa masalah dengan portal adalah hambatan untuk menyelesaikan masalah," kata Austin.

Kekurangan dari portal ini adalah salah satu dari banyak tantangan yang muncul. Padahal pemerintah sedang berlomba dengan waktu untuk menyatukan kembali anak-anak dan keluarga yang terpisah di perbatasan.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up