JawaPos Radar

Permintaan Elite PKB Jika Said Aqil Dipinang Jadi Cawapres

14/07/2018, 10:57 WIB | Editor: Ilham Safutra
Permintaan Elite PKB Jika Said Aqil Dipinang Jadi Cawapres
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj saat bertemu dengan Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir. (Hendra Eka/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Tebak-tebakan terhadap nama-nama cawapres di kantong Jokowi terus berlangsung hingga waktu pendaftaran. Publik terus berspekulasi siapa sosok yang sedang digodok namanya untuk mendampingi mantan Gubernur DKI Jakarta itu di Pilpres 2019 mendatang.

Hingga kini tidak ada satu pun pihak yang dapat memastikan nama-nama cawapres tersebut. Semua masih dalam "tebak-tebak buah manggis". Tak ayal spekulasi sejumlah nama terus berkembang. Tak terkecuali nama Said Aqil Siroj ikut disebut-sebut dalam pertimbangan mantan Wali Kota Solo itu. Hal itu sejalan dengan hasil sejumlah lembaga survei yang menyebut Ketua Nahdlatul Ulama itu masuk dalam bursa cawapres yang dapat disandingkan dengan Jokowi.

Menurut Wasekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Faisol Reza, jika nantinya Jokowi meminang Said Aqil, PKB sebagai parpol berbasis Islam NU akan mengajaknya bicara dengan Muhaimin Iskandar (Cak Imin). "Tentu akan dibicarakan berdua langsung antara Cak Imin dan Kiai Said," katanya kepada wartawan, Sabtu (14/7).

Menurut Faisol, Said Aqil juga merupakan sosok yang pas menjaga NU. "Pak Jokowi tahu kalau NU harus dijaga, yang bisa menjaga hanya Kiai Said," tandasnya.

Meski demikian, kata Faisol, baik Said Aqil dan Cak Imin mempunyai kesepakatan. Keduanya bersinergi dalam perjuangan politik untuk kepentingan masing-masing.

"Sepengetahuan saya, di antara Cak Imin dengan Kiai Said sudah ada kesepahaman bahwa Cak Imin akan membantu Kiai Said dan NU melalui perjuangan politik. Dan Kiai Said akan membantu Cak Imin agar tidak terhambat dalam perjuangan politiknya," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, dalam survei cawapres Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) nama Said Aqil masuk posisi teratas bersama Mahfud MD dan Sri Mulyani. Survei itu memiliki responden elite, pembuat opini atau opinion leader dan media massa pemilih nasional. Penilaian survei berdasarkan penilaian kapabilitas, integritas, empati, akseptabilitas, kontinuitas.

Mahfud MD di posisi pertama (7,2 persen), lalu diikuti Sri Mulyani (7 persen), Said Aqil (6,3 persen), Airlangga Hartarto (6,1 persen); dan Zainul Majdi (6,1 persen). Said Aqil pun mengatakan sampai saat ini belum ada partai politik yang berusaha meminang dirinya jadi cawapres. "Belum. Belum ada," kata Said Aqil ditemui usai acara Halal Bihalal PP Muslimat NU di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (8/7).

Dia juga menampik jika PBNU telah memberikan dukungan terhadap Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai Cawapres Jokowi. Dia menyebut hal itu untuk mendoakan saja. "Sebenarnya bukan dukung. Bukan. Cak Imin datang. Kita merestui dan mendoakan saja bahasanya. Mendoakan berhasil," ucapnya.

(iil/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up