JawaPos Radar

Perawatan Kecantikan Terbaru, Cobalah Kombinasi Ultherapy dan Injeksi

14/07/2018, 07:40 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Perawatan Kecantikan Terbaru, Cobalah Kombinasi Ultherapy dan Injeksi
Perawatan kecantikan dengan teknologi kombinasi Ultherapy dengan injeksi seperti filler dan botox. (Website JAC)
Share this image

JawaPos.com - Kaum hawa biasa mengunjungi klinik kecantikan untuk tampil sempurna. Tren injeksi seperti filler dan botox masih menjadi favorit. Teknologi terus berkembang, maka kini ada perawatan kecantikan terbaru. Namanya Ultherapy.

Di tangan klinik estetika milik dr. Olivia Ong, Jakarta Aesthetic Clinic (JAC), teknologi canggih ditangani oleh tim dokter yang tepat. Caranya dengan perawatan kombinasi Ultherapy dan injeksi yakni Filler dan Botulinum Toxin atau Botox.

"Masyarakat perlu jeli memilih klinik yang dapat memberinya rasa aman jangka panjang,” tegas dr. Olivia Ong dalam keterangan tertulis, Jumat (13/7).

Perawatan kombinasi Ultherapy, Filler, dan Botulinum Toxin akan direkomendasikan sesuai kebutuhan di saat yang paling diperlukan pasien. Sehingga pasien bisa mendapatkan hasil paling optimal dari perawatan kombinasi ini.

"Untuk wajah sampai tubuh kencang dan menarik dipandang,” papar dr. Olivia Ong.

Ultherapy, adalah prosedur perawatan pengencangan kulit tanpa pembedahan (non-invasive) yang dinilai paling efektif saat ini. Penggunaan gelombang Micro Focus Ultrasound yang langsung mentarget kolagen akan membuat kulit menjadi lebih muda dan ketat. Selain itu, Ultherapy telah mengantongi sertifikasi dari FDA (Food And Drug Administration) Amerika Serikat yang membuat perawatan ini aman untuk dilakukan bahkan sejak usia dewasa muda, pria dan wanita.

Pihaknya mendapatkan penghargaan pada acara Golden Record Awards 2018 by Merz Aesthetics, sebagai juara I klinik dengan pasien terbanyak se-Indonesia untuk 'Perawatan Ultherapy' (Ultherapy Award), juara I untuk 'Perawatan Kombinasi Ultherapy dan Injeksi'. Penghargaan ini lantaran teknologi kedokteran itu dilakukan komprehensif tanpa pembedahan.

"Kami berusaha membawa tekad sesuai standar dan etik kedokteran estetika Indonesia tinggi, sejajar dengan negara maju," tandasnya.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up