JawaPos Radar

Usai Viral Kantor Polisi Indonesia-Tiongkok, Kapolres Ketapang Dicopot

14/07/2018, 05:25 WIB | Editor: Estu Suryowati
Usai Viral Kantor Polisi Indonesia-Tiongkok, Kapolres Ketapang Dicopot
WAWANCARA. Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono diwawancarai di Mapolda, Jumat siang (13/7). (Ambrosius Junius/Rakyat Kalbar/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Beberapa hari terakhir beredar foto plang Kantor Polisi Bersama Indonesia-Tiongkok, di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Kendati viralnya foto itu langsung diklarifikasi oleh Polres Ketapang, namun informasi tersebut kadung dibagikan ribuan bahkan jutaan kali.

Akibatnya, AKBP Sunario didepak dari jabatannya sebagai Kapolres. Setelah dimutasi, Sunario baru akan menjalani pemeriksaan internal di kepolisian.

"Setelah kami dalami, memang kerja sama itu belum terlaksana. Tetapi kepolisian dari Tiongkok ada datang berkunjung resmi ke Polres Ketapang, kami lihat juga ada beberapa dokumen foto-foto yang viral," terang Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono kepada wartawan di Mapolda Kalbar, dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Sabtu (14/7).

Usai Viral Kantor Polisi Indonesia-Tiongkok, Kapolres Ketapang Dicopot
SEKADAR WACANA. Plang kantor polisi bersama Tiongkok dengan Polres Ketapang yang beredar di media sosial, Kamis (12/7). (Warganet for Rakyat Kalbar/Jawa Pos Group)

Menurut Didi, seharusnya Sunario melaporkan adanya pertemuan tersebut. Sedangkan, terkait perizinan kerja sama dari Mabes Polri. "Nah, ini yang tidak dilakukan Kapolres Ketapang," ucap Didi.

Oleh karena itu, Sunario harus bertanggung jawab atas semua ini. "Pagi tadi sudah dilakukan pencopotan dan penggantian dalam rangka pemeriksaan yang bersangkutan untuk mempertanggung jawabkan hal tersebut," kata Didi.

Berdasarkan TR Kapolri bernomor ST/1726/PII/KEP/2018 tertanggal 13 Juli yang beredar, Kapolres Ketapang AKBP Sunario dimutasikan menjadi Pamen Polda Kalbar. Dalam TR tersebut disebutkan, pencopotannya dalam rangka riksa.

Sunario digantikan AKBP Yury Nurhidayat yang saat ini menjabat sebagai Kapolres Singkawang. Pencopotan Sunario ini dibenarkan Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol Arief Sulistyanto.

"Ya benar. Kapolres Ketapang dicopot. Keputusan mutasi sudah terbit pagi tadi," singkatnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Nanang Purnomo membenarkan adanya mutasi yang dikeluarkan langsung dari Mabes Polri kepada Kapolres Ketapang terkait Kantor Polisi Bersama itu.

"Sudah keluar surat mutasi langsung dari Mabes Polri dan besok akan dilakukan serah terima jabatan di Mapolda Kalbar," ujarnya.

Namun, Nanang enggan menjelaskan kapan tepatnya waktu serah terima jabatan itu akan dilakukan. "Yang jelas besok," lugasnya.

Alasan TR mutasi keluar mendadak diakuinya karena Kapolres Ketapang diduga telah menyalahgunakan kewenangannya. "Karena kewenangan melakukan kerja sama antara kepolisian Indonesia dengan negara lain itu, adalah kewenangan Mabes Polri tidak bisa dilakukan Polda maupun Kapolres," katanya.

Nanang mengaku sampai hari ini pihaknya belum menerima intruksi maupun arahan Kapolri maupun Kapolda Kalbar berupa surat masuk yang menyatakan telah terjadi kerja sama antara kepolisian Indonesia dan Tiongkok.

"Kami hanya mendengar bahwa Polres Ketapang kemarin diduga telah melakukan kerja sama dengan Kepolisian Tiongkok, tanpa sepengetahuan Polda Kalbar dan Mabes Polri. Sehingga, tentu itu menyalahi aturan," terangnya.

Akan tetapi, kata Nanang, setelah dilakukan penyelidikan sementara isu tersebut tidak benar. Memang ada pertemuan, tapi belum ada kesepakatan Kantor Polisi Bersama.
"Hal tersebut juga telah dikonfirmasi mantan Kapolres Ketapang, dan mereka dari Kepolisian Tiongkok baru menawarkan," jelasnya.

Kendati demikian Nanang menyayangkan mekanisme masuknya polisi dari negara asing ke Indonesia di Kabupaten Ketapang. Dia menilai, itu telah menyalahi aturan dan mekanisme yang berlaku tanpa seizin dan sepengetahuan Kapolri dan Kapolda.

"Harusnya penerimaan mereka, polisi dari negara asing, harus dilakukan seizin dan sepengatahuan Kapolri dan Kapolda. Sehingga itu menjadi pelanggaran administratif," paparnya.

Nanang menuturkan, berdasarkan pengakuan Sunario, bahwa dia sudah memasukkan surat izin ke Mapolda Kalbar sebelum kedatangan rombongan Polisi Tiongkok itu.

"Pengakuannya sih sudah dimasukkan. Namun saat ini belum kami temukan, dan akan kami cari," tukasnya.

Dia menyebutkan, saat ini Sunario sudah berada di Jakarta untuk melakukan pemeriksaan di Mabes Polri. "Sementara dia diperiksa ke Mabes Polri dulu. Kalau memang terbukti benar, baru mungkin akan dilimpahkan ke Mapolda," ungkapnya.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up