JawaPos Radar

Kisruh Pilkada Taput, Nikson: Laporan ke KPK Salah Alamat

13/07/2018, 23:30 WIB | Editor: Budi Warsito
Kisruh Pilkada Taput, Nikson: Laporan ke KPK Salah Alamat
Nikson Nababan saat ditemui di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Jumat (13/7). (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Calon Petahana Bupati Tapanuli Utara (Taput), Nikson Nababan mengatakan, laporan yang dilayangkan oleh tim hukum paslon lainnya ke KPK adalah salah alamat. Nikson pun berharap, seluruh lawannya bisa legawa menerima hasil Pilkada Taput.

Kepada JawaPos.com Nikson mempertanyakan dirinya yang dilaporkan ke KPK. Dia bingung kenapa ada laporan ke Lembaga antirasuah itu. "Ini yang jadi pertanyaan. Kenapa urusan Pilkada dilaporkan ke KPK. Salah kaprah itu," kata Nikson, Jumat (13/7).

Sebelumnya, Nikson dilaporkan ke lembaga anti rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan itu adalah, buntut dugaan pelanggaran yang ditudingkan oleh tim kuasa hukum pesaingnya pasangan Jopinus Taripar Hutabarat-Frengky Simanjuntak (JTP-FRENDS). Laporan itu, terkait dugaan penyalahgunaan wewenang selama Nikson menbat Bupati.

Dugaan penyalahgunaan wewenang dan APBD ini, berdasarkan kegiatan yang dilakukan Nikson sebelum hari pemilihan. Nikson membagi-bagikan beasiswa kepada murid SD dan SMP, santunan kepada anggota Korpri dan bantuan bibit kepada kelompok tani.

"Mereka mengatakan saya diduga money politik. Saya kan sudah aktif lagi sebagai Bupati tanggal 23 Juni. Saya memberikan beasiswa kepada anak sekolah. Itu kegiatan rutin. Tidak ada kampanye, tidak ada yel-yel. Enggak ada juga penyampaian visi misi. Jadi saya kan sudah aktif. Masa jadi Bupati aktif yang tidur saja," tukasnya.

Tak hanya itu, Nikson juga menanggapi dirinya yang dilaporkan ke Bawaslu Sumut. Dia sudah mendapat kabar, kalau laporan itu ditolak karena tidak cukup bukti.

"Udahlah Pilkada udah selesai. Harus siap menang dan siap kalah," pungkasnya.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up