JawaPos Radar

Pengusaha yang Diduga Suap Kader Golkar ES Turut Diamankan

13/07/2018, 23:55 WIB | Editor: Estu Suryowati
Pengusaha yang Diduga Suap Kader Golkar ES Turut Diamankan
Kader Partai Golkar Eni Maulani Saragih yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (13/7). (Hendra Eka/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Selain Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih, bos Apac Group Johanes B Kotjo turut diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Johanes diduga sebagai pihak yang memberikan suap kepada politikus Golkar itu.

"Ya Johanes Kotjo sudah ada di KPK. Uang diberikan oleh Johanes B Kotjo," kata seorang penegak hukum di KPK, Jumat (13/7).

Dalam OTT sore tadi, penyidik KPK telah mengamankan sembilan orang, termasuk Johanes Kotjo dan Eni Maulani. Penyidik antirasuah itu menduga telah terjadi transaksi dan turut mengamankan uang sebesar Rp 500 juta.

Penegak hukum di KPK itu menyebut dugaan pemberian uang yang dilakukan Johanes Kotjo kepada Eni disinyalir terkait proyek PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Riau. Proyek pembangkit listrik tersebut masuk dalam proyek 35 ribu megawatt (MW).

"Terkait proyek listrik 35 ribu megawatt," ujarnya.

Diduga suap itu terkait pembangunan proyek di Riau. Proyek tersebut dikerjakan oleh konsorsium yang terdiri atas Black Gold, PT Pembangkitan Jawa-Bali, PT PLN Batubara (PLN BB), dan China Huadian Engineering Co., Ltd. (CHEC).

Black Gold merupakan perusahaan yang bergerak di bidang energi multinasional. Johanes Kotjo adalah salah satu pemegang saham di perusahaan tersebut.

Johanes juga masuk dalam 150 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai USD 267 juta pada 2016. Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan membenarkan pihaknya telah menangkap Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.

Menurut Basaria, anggota dewan itu ditangkap bersama delapan orang lainnya. "Ya benar, sore tadi KPK mengamankan sembilan orang, yang terdiri atas unsur anggota DPR RI, staf ahli, supir, dan pihak swasta," tutur Basaria.

Basaria menjelaskan, dalam operasi senyap itu pihaknya turut mengamankan uang sejumlah Rp 500 juta. Uang tersebut diduga bagian dari transaksi yang berkaitan dengan tugas dan kewenangan di Komisi Energi alias Komisi VII.

Saat ini, sembilan orang yang diciduk itu telah berada di Gedung KPK. Lembaga antirasuah memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status pihak-pihak yang diamankan itu. Selanjutnya, KPK akan menggelar konferensi pers esok hari.

(ce1/rdw/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up