JawaPos Radar

Makin Mahal, Harga Telur di Malang Terus Meroket

13/07/2018, 23:59 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Makin Mahal, Harga Telur di Malang Terus Meroket
Ilustrasi (Dok JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bukan hanya harga daging ayam yang mengalami kenaikan. Telur ayam juga naik dari hari ke hari. Pantauan JawaPos.com di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang, harga telur menyentuh angka Rp 26 ribu per kilogram.

Sebelumnya, harga daging ayam hanya Rp 20 ribu saja. Mustofa, 58, pemilik Toko Bu Mustofa, menjelaskan, harga telur naik setiap hari. Kondisi ini sudah terjadi sejak seminggu belakangan.

Sehari, lanjut dia, pernah naik dua kali. Besarannya antara Rp 500 hingga Rp 1.000 per kilogram. "Jadi nggak langsung banyak. Dikit-dikit tapi tiap hari," kata dia, Jumat (13/7).

Dampaknya, penjualan telur ayam negeri di tokonya mengalami penurunan. Biasanya, dalam sehari dia bisa menjual 10 kilogram, sekarang hanya sekitar 7 kilogram saja.

Kebanyakan, pembeli memilih untuk mengurangi belanjaan. Biasanya, membeli satu kilogram, namun sekarang berkurang dan hanya menjadi setengah kilogram saja.

"Yang belinya tetap banyak adalah pedagang nasi goreng," kata dia.

Pedagang lain, Solikhin, 42, menjelaskan, biasanya dia bisa menjual dua peti telur dengan kapasitas 10 kilogram, selama dua hari.

Namun, sejak kenaikan harga, ia mampu menghabiskan dua peti dalam waktu tiga hari. Keluhannya sama, pembeli mengurangi belanjaan.

"Biasanya beli sekilo, ini seperempat saja," kata dia.

Kenaikan harga telur ini, lanjut Solikhin, karena keterlambatan di tingkat peternak. Pengiriman yang terlambat sementara permintaan terus berjalan, membuat harga meningkat.

"Pasokan dari kandang berkurang. Permintaan banyak ke Jakarta, jadi yang di sini dikurangi," katanya.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up