JawaPos Radar

Jadi Tersangka KM Sinar Bangun, Kadishub Samosir Diperiksa Maraton

13/07/2018, 22:50 WIB | Editor: Budi Warsito
Jadi Tersangka KM Sinar Bangun, Kadishub Samosir Diperiksa Maraton
Tim SAR gabungan saat memasang alat sonar untuk digunakan pada proses evakuasi korban KM Sinar Bangun. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir, Nurdin Siahaan menjalani pemeriksaan setelah ditetapkan menjadi tersangka pada kasus karamnya KM Sinar Bangun beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan, belangsng sejak Kamis (12/7) hingga Jumat (13/7). Namun, meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Nurdin pun tidak ditahan. Dia dikenakan wajib lapor oleh Polda Sumut. "NS tadi pukul 14.00 WIB kita pulangkan. Dia hanya dikenakan wajib lapor satu kalo seminggu," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Jumat (13/7) petang.

Pada Kamis (12/7), Nurdin diperiksa dari pukul 13.00 WIB. Pemeriksaan tidak dapat dilanjutkan karena yang bersangkutan sakit. Penyidik kemudian melanjutkan pemeriksaan pada hari ini. “Alasan penyidik belum melakukan penahanan yakni penyidik akan melakukan pemeriksaan tambahan saksi ahli, ahli kelautan, ahli hukum tata negara dan BMKG,” jelas Tatan.

Dalam kasus ini, 4 tersangka lain telah lebih dulu diproses dan ditahan. Berkas perkara mereka tengah diteliti Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejati Sumut dan dikembalikan ke Polda Sumut karena dinilai belum lengkap.

Keempat tersangka itu terdiri dari, 3 regulator dan seorang nakhoda kapal. Tiga regulator yang telah dijadikan tersangka dan diproses masing-masing, Karnilan Sitanggang, pegawai honor Dishub Samosir yang menjadi anggota Kapos Pelabuhan Simanindo; F Putra, PNS Dishub Samosir yang menjadi Kapos Pelabuhan Simanindo dan Rihad Sitanggang, Kabid Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan Dishub Samosir. Seorang lainnya adalah nakhoda kapal, Poltak Soritua Sagala.

Para tersangka ini dijerat dengan Pasal 302 dan atau 303 UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran jo Pasal 359 KUHPidana. Mereka terancam pidana kurungan selama maksimal 10 tahun dan denda sebesar Rp 1,5 miliar.

Seperti diberitakan, KM Sinar Bangun tenggelam dalam pelayaran dari Simanindo, Samosir, menuju Tigaras, Simalungun, Senin (18/6) sore. Kapal itu diperkirakan membawa sekitat 200 penumpang dan puluhan sepeda motor.

Sesuai data dari Basarnas, hanya 24 orang yang ditemukan terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun. Sebanyak 21 orang dinyatakan selamat, sedangkan 3 penumpang meninggal dunia. Sementara 164 orang lainnya masih hilang.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up