JawaPos Radar

Cegah Jamaah Haji Ilegal, Pemerintah Perketat Pengawasan

13/07/2018, 23:01 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Cegah Jamaah Haji Ilegal, Pemerintah Perketat Pengawasan
()
Share this image

JawaPos.com - Pemprov Sulawesi Selatan melakukan peninjauan persiapan pemberangkatan haji di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Jumat (13/7). Peninjauan dilakukan pemerintah untuk memastikan bahwa haji 2018 berjalan lancar.

Kegiatan ini juga memastikan tidak ada lagi jamaah haji asal Indonesia khususnya di Sulsel yang melakukan pemberangkatan melalui jalur ilegal di Filipina.

Penjabat sementara (Pjs) Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono mengungkapkan, akan memperketat pengamanan melalui pendataan calon jamaah yang diberangkatkan. Pemerintah akan melibatkan berbagai unsur dalam pengawasan pengamanannya.

"Yang jelas dalam pemnberangkatan haji ini ada aturan yang sangat ketat. Kita tidak akan mentolerir, semuanya harus terdaftar resmi dan masuk ke dalam proses administasi pemberangkatan. Kalau ada yang ilegal akan ditindak tegas karena itu di luar ketentuan yang ada," tegas Sumarsono usai peninjauan, Jumat (13/7) sore tadi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Sulsel, Iskanda Fellang menambahkan, untuk tahun ini terdapat perbedaan dari pemberangkatan haji tahun sebelumnya.

Calon jamaah haji yang diberangkatkan melalui embarkasi Makassar, mencakup delapan provinsi untuk wilayah Indonesia bagian Timur. Mereka bakal terlebih dulu menjalai perekaman biometrik.

"Itu untuk melakukan pemangkasan waktu dan antrian saat para jamaah calon haji tersebut berada di bandara Arab Saudi nanti," ucapnya.

Untuk tahun ini disebutkan, embarkasi Makassar bakal memberangkatkan 15.898 jamaah secara bertahap. Jumlah kloterpun dipastikan mencapai hingga 35. "Kalau jamaah asal Sulsel itu yang akan kita berangkatkan sekitar 7.296 dari 24 Kabupaten dan Kota di sini," sebutnya.

Dalam peninjauan itu, Sumarsono juga mengecek satu persatu fasilitas jamaah yang ada di dalam asrama haji Sudiang. Mulai dari kamar, ranjang hingga fasilitas kesehatan laiinya tak luput dari pantauan pengecekan.

Jamaah rencananya akan mulai diberangkatkan pada Selasa (17/7) mendatangan dengan rincian 455 orang. Didalamnya termasuk pendamping, petugas kesehatan dan ketua kelompok haji.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up