JawaPos Radar

Sex Toys dan Ribuan Barang Ilegal Dimusnahkan

13/07/2018, 22:15 WIB | Editor: Budi Warsito
Sex Toys dan Ribuan Barang Ilegal Dimusnahkan
Ribuan barang ilegal dimusnahkan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Jogjakarta, Jumat (13/7). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ribuan barang-barang ilegal dimusnahkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Jogjakarta, Jumat (13/7). Totalnya, ada 5.111 barang yang dimusnahkan. Barang tersebut, terdiri dari rokok; samurai; obat-obatan; sex toys; kosmetik; mainan anak; pakaian dan barang elektronik.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi mengatakan, barang yang dimusnahkan itu terbukti telah melanggar aturan larangan dan pembatasan (lartas). Melanggar Pasal 14 Undang-Undang tentang Perizinan dan hasil penindakan dari operasi gempur.

Selain barang elektronik dan obat-obatan, ada juga botol minuman keras (miras) ilegal dengan total 1.200 botol senilai Rp 329 juta. Selain itu, juga ada 3.356 batang rokok ilegal senilai Rp 9 juta. "Meski kecil, tapi ini merupakan komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat," kata Heru, Jumat (13/7).

Penindakan ini lanjutnya, juga atas kerja sama dengan instansi lainnya. Diantaranya seperti, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), maupun POS Indonesia.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai Jawa Tengah dan DIJ, Parjiya mengatakan, mayoritas yang dimusnahkan merupakan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) atau miras yang ilegal maupun tak berizin.

"Melanggar importasi tidak ada ijin lartas dari instansi terkait. Bukan dari Bea Cukai, karena Bea Cukai ini hanya institusi yang dititipi aturan dan harus dilaksanakan," ucapnya.

Kepala Kantor Pos Indonesia DIJ, Fidelis Firanto menambahkan, dari datanya kebanyakan barang yang masuk ke Indonesia dari Hongkong dan Taiwan. Ada sekitar 30 persen yang ilegal.

"Bea Cukai yang menilai barang itu boleh atau tidak dan dikenakan biaya atau tidak, baru penerima barang akan kami panggil," ucapnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up