JawaPos Radar

37 SMP Negeri di Bojonegoro Kekurangan Siswa

13/07/2018, 21:50 WIB | Editor: Budi Warsito
37 SMP Negeri di Bojonegoro Kekurangan Siswa
Ilustrasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tingkat SMP Negeri yang dibuka Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) telah selesai. Saat ini, proses tersebut sampai pada daftar ulang calon siswa baru.

Kendati demikian, puluhan SMP Negeri di Bojonegoro kuotanya tak terpenuhi. Berdasarkan data Disdik Bojonegoro, terdapat 37 sekolah yang kuotanya belum terpenuhi. Sedangkan sekolah yang kuotanya telah terpenuhi berjumlah 12 sekolah.

Kabid SMP Disdik Kabupaten Bojonegoro, Pudji Widodo menyampaikan, untuk memenuhi kuota di sejumlah sekolah itu, pihaknya akan kembali membuka pendaftaran siswa baru, secara offline. "Pendaftaran ini juga dapat menampung siswa yang belum mendapatkan sekolah. Dikarenakan beberapa waktu lalu saat mendaftar tidak diterima di sekolah pilihannya," kata Pudji, Jumat (13/7).

Dirinya menerangkan, pembukaan pendaftaran dan penerimaan siswa baru offline tersebut, dibuka mulai hari ini, Jumat (13/7). Hal itu dikhususkan bagi SMP yang kuota siswanya masih kurang. "Ada 169 calon siswa yang saat PPDB online lalu yang tidak lolos. Namun mereka masih punya kesempatan untuk memdaftar secara offline," ujar Pudji, Jumat (13/7).

Kekurangan siswa di puluhan SMP Negeri itu, disebabkan karena angka kelulusan SD Negeri sangat berkurang. Dijelaskan olehya, saat PPDB lalu, seluruh siswa lulusan SD yang tidak mendaftar ke SMP Negeri sebanyak empat ribu lebih siswa.

Jumlah kekurangan siswa SMP Negeri terdata sebanyak 1.259 siswa. Namun, Disdik hanya menargetkan 130 siswa yang mendaftar ke SMP Negeri. Meski demikian, Disdik tetap terus mengevaluasi terkait jumlah kuota masing-masing SMP negeri.

"Ke depan, pastinya masing-masing SMP Negeri tetap akan dievaluasi. Selain itu juga untuk menentukan siswa, apakah kuotanya sudah terpenuhi. Semoga kouta siswa baru di masing-masing sekolahan dapat penuhi. Supaya proses belajar mengajar berjalan nyaman dan semangat karena muridnya penuh," tutupnya.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up