JawaPos Radar

Pemkab Gunungkidul: Mereka yang Bunuh Diri Karena Kesepian

13/07/2018, 21:13 WIB | Editor: Budi Warsito
Pemkab Gunungkidul: Mereka yang Bunuh Diri Karena Kesepian
Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan mereka yang bunuh diri karena kesepian. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kasus bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) sangat memprihatinkan. Hal itu pun jadi sorotan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Pihak pemkab menilai, korban memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, paling besar disebabkan karena kesepian.

"Paling besar itu faktor kesepian. Persoalan psikologis, medik, sudah menjadi pasien, stres, enggak minum obat lalu bunuh diri," kata Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi ditemui Jumat (13/7).

Mengenai faktor ekonomi lanjut Immawan, itu paling kecil bahkan di urutan terbawah penyebabnya. Dirinya mengklaim, perekonomian di Gunungkidul hampir setiap tahun meningkat. Pada 2017 lalu, pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul di angka kisaran 4,9 persen. Kemudian 2018 ini, dirinya menyebut peningkatan mencapai 5 persen.

Ia melanjutkan, perkembangan perekonomian pun juga tampak dari sisi wisatanya. Dulu kata Immawan, banyak generasi muda yang memilih untuk merantau, kini lebih berdaya di daerah sendiri.

Dicontohkannya, seperti yang terjadi di Nglangeran, Kecamatan Patuk. Pernah ada kasus mereka yang merantau ke Korea tapi memilih untuk pulang. "Korea kurang apa masalah gajinya. Tapi ada seratus lebih yang memilih pulang. Saya yakin anak-anak yang (merantau) ke Jakarta juga banyak yang pulang," katanya.

Sebelumnya, Wage Daksinarga, Ketua II Yayasan Inti Mata Jiwa (Imaji) yang menyoroti kasus bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul mengatakan, kasus tersebut terjadi tiap tahun pada orang yang menginjak di angka 30-34. Pada 2018 ini saja, ada sekitar 12 orang yang mengakhiri hidupnya dengan cara itu.

Ia mengatakan, mereka yang melakukan bunuh diri karena ketahanan jiwanya yang lemah. Bisa karena faktor ekonomi, sakit yang tak kunjung sembuh-sembuh, depresi, maupun gangguan jiwa.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up