JawaPos Radar

Langgar Syariat, Gay di Aceh Mendapat 172 Sabetan Cambuk

13/07/2018, 20:55 WIB | Editor: Budi Warsito
Langgar Syariat, Gay di Aceh Mendapat 172 Sabetan Cambuk
Sepasang gay dihukum cambuk karena terbukti melanggar Syariat Islam. Mereka diekseskusi di halaman Masjid Baiturrahim, Ulee Lheue Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Jumat (13/7). (Murti Ali Lingga/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dua orang gay di Kota Banda Aceh, Aceh, dihukum cambuk karena terbukti melanggar Syariat Islam. Mereka ialah Nyakrab dan M Rustam. keduanya disabet rotan masing-masing sebanyak 86 kali setelah dipotong masa tahanan.

Pelaksanaan hukum cambuk ini, digelar di halaman Masjid Baiturrahim, Ulee Lheue Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Jumat (13/7). Selain pasangan ini, ada 13 orang lainnya yang juga dihukum cambuk dengan jumlah berangam.

Satu persatu, para pelanggar dihadirkan di atas panggung sederhana yang telah dipersiapakan. Ekeskusi ini disaksikan ratusan pasangan mata warga sekitar. Mereka menyaksikan sabetan yang dilayangkan sang algojo.

Langgar Syariat, Gay di Aceh Mendapat 172 Sabetan Cambuk
Sepasang gay Seorang perempuan ikut dihukum cambuk karena terbukti melanggar Syariat Islam. Mereka diekseskusi di halaman Masjid Baiturrahim, Ulee Lheue Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Jumat (13/7). (Murti Ali Lingga/JawaPos.com)

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisabah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh, Muhammad Hidayat mengatakan, para pelanggar ini ditangkap dari bebagai lokasi yang ada di Banda Aceh. Penangkapan itu berawal dari laporan masyarakat yang diterima.

"(Kasus) gay ini adalah yang terjadi di Simpang Dodik, Lamtemen, Kecamatan Jaya Baru, ditangkap masyarakat," katanya kepada wartawan usai eksekusi cambuk, Jumat (13/7).

Usai jalani sidang, pasangan gay ini dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh. Kemudian dijatuhi hukuman masing-masing sebanyak 90 kali cambuk. Sebelumnya mereka ditangkap Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh usai dilaporkan masyarakat karena melanggar Syariat Islam.

Ketika dicambuk, para terhukum tampak meringis kesakitan. Kaki dan betisnya tampak gemetar. Tak jarang sabetan rotan pun dihentikan sang algojo untuk memastikan kembali sang pelanggar siap dan sanggup jelani hukuman.

Di sisi lain, eksekusi cambuk ini menjadi tontonan 'menarik' bagi masyarakat. Meraka bergembira dan antusias menyaksikan hukuman cambuk yang diterima para pelanggar. Tak lupa mereka merekam dan mengabadikan momen ini dengan kamera ponsel.

Selain itu, kehadiran dan kedatang para tehukum di tengah-tengah lokasi eksekusi mendapat teriakan dan cemooh. Mereka mencela perbuatan yang telah dilakukan dan terbukti bersalah. Teriakan demi teriakan menggema saat eksekusi.

Seperti diketahui, cambukan kepada gay ini merupakan kedua kalinya. Pada 2017 lalu Pemerintah Kota Banda Aceh juga mengeksekusi dan berlangsung di Masjid Lamgugop, Banda Aceh.

(mal/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up