JawaPos Radar

Gubernur BI Ucap Alhamdulillah Saat Rupiah Tak Lagi Loyo Terhadap USD

13/07/2018, 19:05 WIB | Editor: Mochamad Nur
Gubernur BI Ucap Alhamdulillah Saat Rupiah Tak Lagi Loyo Terhadap USD
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bersyukur nilai tukar rupiah menunjukkan catatan positif dalam beberapa terakhir. Kendati masih berfluktuasi, rupiah masih terjaga di level Rp 14.400-an.

Berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah pada Jumat (13/7) berada di level 14.358 per USD. Angka itu menguat dibanding hari sebelumnya yang sebesar Rp 14.435 per USD.

Gubernur BI Ucap Alhamdulillah Saat Rupiah Tak Lagi Loyo Terhadap USD
Ilustrasi Gedung Bank Indonesia (Dok.JawaPos.com)

"Alhamdulillah nilai tukar relatif stabil cenderung menguat," ujarnya di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (13/7).

Dia menegaskan, BI akan terus berupaya dalam menstabilkan rupiah dengan melakukan intervensi. Bank sentral juga akan berhati-hati dalam melakukan kebijakan moneter di setiap gejolak yang terjadi pada perekonomian global.

"Beberapa hal yang perlu saya tegaskan kembali, satu bahwa terkait dengan stabilitas nilai tukar ini satu bahwa BI akan terus berkomitmen untuk menggunakan seluruh instrumen yang kita miliki yang terfokus kebijakan moneter kami adalah menjaga stabilitas ekonomi khususnya stabilitas nilai tukar rupiah," jelas dia.

Selain itu, pihaknya bersyukur sejumlah kebijakan BI seperti menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin (bps) dari sebelumnya 4,25 persen menjadi 5,25 persen dalam dua bulan terakhir mulai menunjukkan hasilnya. Diharapkan, hasil positif itu bisa terus berlangsung dan memperkuat rupiah atas dolar.

"Berbagai kebijakan yang kita tempuh alhamdulillah menimbulkan suatu confident pasar dan juga membuat imbal hasil pasar leuangan indonesia khususnya sbn itu berdaya saing dan itu semakin menumbuhkan juga arus inflow ke dalam. pasar valas juga bekerja sangat baik supply juga cukup besar dan cukup untuk memenuhi kebutuhan permintaan," tutupnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up