JawaPos Radar

Kades Sebut Petugas BBKSDA Tak Turun ke Lokasi Buaya Serang Warga

13/07/2018, 18:35 WIB | Editor: Budi Warsito
Kades Sebut Petugas BBKSDA Tak Turun ke Lokasi Buaya Serang Warga
Warga bernama Selamat, menjalani perawatan setelah diserang buaya. (Istimewa for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Selamat, 50, warga Desa Danau Lancang, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar, Riau, diterkam buaya pada Kamis (13/7). Akibatnya, korban mengalami luka yang cukup serius di bagian kaki kirinya.

Menanggapi kejadian itu, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyatakan bahwa, petugasnya akan turun ke lokasi penyerangan, tepatnya di Sungai Siak Pancah. Namun, hal itu disanggah oleh Kepala Desa Danau Lancang, Azirman.

Azirman menyebut, tim BBKSDA Riau memang sudah tiba di desanya. Hanya saja, mereka tak sampai ke lokasi kejadian. "Ini saya lagi di lokasi kejadian. Saya sama Bhabinkamtibmas, Bhabinsa setempat. Tak ada dari BBKSDA. Tadi cuma sampai kantor desa (BBKSDA)," kata Azirman, Jumat (13/7).

Kades Sebut Petugas BBKSDA Tak Turun ke Lokasi Buaya Serang Warga
Kaki Selamat, yang digigit buaya. (Istimewa for JawaPos.com)

Azirman menyebut, rencananya dia bersama dengan pihak terkait akan turun ke lokasi kejadian pada Jumat siang. Jarak antar desa ke lokasi, memang cukup jauh. Jalanannya pun hanya dari tanah saja.

"Tadi saya bilang (ke BBKSDA), kita Salat Jumat di jalan saja. Jadi kami iring-iringan. Tahu-tahu, mereka sudah hilang saja," sebutnya.

Lokasi diserangnya Selamat kata Azirman, memang sering dijumpai hewan predator purbakala oleh masyarakat. Tapi sejauh ini, BBKSDA belum pernah bersosialisasi kepada masyarakat. "Tak pernah ada sosialisasi di sini. Papan peringatan juga tak pernah dipasang," katanya.

Azirman merasa cukup kesal dengan sikap BBKSDA Riau. Dia ingin, buaya ini bisa ditangkap dan direlokasi. Tapi itu tak dilakukan oleh BBKSDA. Sebenarnya, warganya bisa saja memburu buaya itu. Tapi, dia masih menahan warganya, agar tak melakukan itu. Karena bisa tersangkut hukum.

"Warga kini khawatir. Bisa saja kami tangkap sama-sama. Tinggal saya perintahkan, langsung turun semua warga. Tapi takutnya nanti buaya ini mati, dan warga bermasalah hukum pula," terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang KSDA Wilayah II BBKSDA Riau, Heru Sutmantoro menyebut, dari informasi masyarakat Danau Lancang, memang sering dijumpai keberadaan buaya. Baik buaya sinyulong, maupun buaya muara.

"Buaya sinyulong tidak seganas buaya muara. Diperkirakan yang menyerang warga adalah jenis buaya muara. Lokasi kejadian berada di Sungai Siak bagian Hulu. Kemungkinan buaya muara yang berada di lokasi kejadian berasal dari muara Sungai Siak yang berhubungan langsung dengan laut," ungkap dia.

Sementara itu, Humas BBKSDA Riau, Dian Indriati mengaku, tim dari BBKSDA sudah turun ke lokasi. "Hari ini Kepala Resort Kampar beserta anggota turun ke lapangan untuk mengumpulkan informasi terkait keberadaan buaya tersebut," sebutnya.

Dian melanjutkan, tim yang turun ke lokasi pun berkoordinasi dengan aparat setempat. Selain itu, Dian menyebut bahwa tim juga memberikan bantuan uang pengobatan kepada korban. "Demikian tindak lanjut atas kejadian di atas," pungkasnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up