JawaPos Radar

Berkat Jagung, Tuban Raih Penghargaan

13/07/2018, 18:25 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Penghargaan Kementan
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto memberikan penghargaan kepada Wakil Bupati Tuban Nahar Hussein. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim), meraih penghargaan atas capaian peningkatan produksi jagung tertinggi tingkat nasional. Penghargaan diberikan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Sumarjo Gatot Irianto kepada Wakil Bupati Tuban Nahar Hussein.

Penyerahan penghargaan dilakukan saat acara Evaluasi Luas Tambah Tanam (LTT) Padi, Jagung, Kedelai Provinsi Jatim dan Persiapan Penyusunan Angka Ramalan (Aram) I Tahun 2018. Kegiatan berlangsung di Hotel Aria Gajayana, Malang, Kamis (12/7) kemarin.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban Murtadji menjelaskan, penghargaan ini diukur dari musim tanam pada Oktober 2016 hingga September 2017. Meningkatnya produksi jagung tidak terlepas dari keberhasilan pelaksanaan program peningkatan LTT di Tuban pada 2017.

Secara nasional dari target LTT untuk produksi jagung di Tuban seluas 97.067 hektare, dapat terealisasi 119.118 hektare atau 122,7 persen. Produksi jagungnya mencapai 606.163 ton dan produktifitas sebesar 5,4 ton per hektare.

"Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, Kabupaten Tuban berhasil menjadi yang tertinggi di Jatim. Jatim merupakan tertinggi tingkat nasional dalam peningkatan produksi jagungnya," kata Murtadji dalam keterangannya di Tuban, Jumat (13/7).

Area tanam jagung di Tuban tersebar diseluruh kecamatan. Namun ada beberapa kecamatan yang memiliki potensi jagung terbesar. Meliputi Kecamatan Montong dengan luas 16.626 hektare, Kecamatan Kerek seluas 17.079 hektare, Kecamatan Grabagan seluas 10.584 hektare dan Kecamatan Semanding seluas 10.502 hektare.

Sementara itu, Wakil Bupati Tuban Nahar Hussein mengungkapkan, peningkatan produksi jagung tak lepas dari upaya intensifikasi pertanian. Hal itu itingkatkan melalui adopsi inovasi teknologi pertanian kepada petani, poktan dan gapoktan. Salah satunya dikembangkan dengan pola tanam tumpang sisip.

Selain itu, keberhasilan pembangunan di sektor pertanian di Tuban juga karena adanya program peningkatan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana pertanian. Serta pengembangan Sumber Daya Air (SDA) pertanian.

Meliputi pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi pertanian, perluasan jaringan irigasi tersier dan kwarter melalui pengadaan pompanisasi dan pipanisasi, pembangunan embung dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya air lainnya serta optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian.

"Dengan produksi jagung yang tinggi juga dapat menumbuhkan potensi investasi yang dapat dikembangkan dari komoditas jagung. Antara lain untuk usaha penangkaran/pembenihan jagung, industri tepung jagung, industri makanan ringan berbahan dasar jagung, industri pakan ternak dan limbah hasil panen jagung," ulas Nahar.

Karena itu, Nahar memberikan apresiasi kepada Disperta Tuban dan masyarakat. Kerja keras mereka telah membuat produksi jagung terus meningkat, bahkan menjadi tertinggi tingkat nasional. "Pemkab Tuban akan selalu berusaha mewujudkan pembangunan sektor pertanian. Terutama dalam mendukung program swasembada pangan," tuturnya.

Sementara itu, Kabupaten Ngawi mendapat penghargaan serupa. Namun dalam hal peningkatan produksi padi. Sedangkan Kabupaten Bondowoso memperoleh penghargaan dalam produksi kedelai.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up