JawaPos Radar

Karya Rektor Diklaim Tak Asli, Ini Respons UNNES

13/07/2018, 17:42 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Karya Ilmiah Rektor UNNES
Surat Edaran Litera. (screenshot)
Share this image

JawaPos.com - Karya ilmiah Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Fathur Rokhman disebutkan tidak asli. Hal itu berdasarkan surat edaran yang mengatasnamakan Redaksi Jurnal Litera milik Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Yogyakarta. Surat tersebut ditandatangani Ketua dan Sekretaris Redaksi Litera.

Pada surat tertanggal 12 Juli, awalnya dituliskan pelaporan mengenai kemiripan karya Fathur Rokhman dengan karya Anif Rida. Adapun karya Fathur berjudul Kode Bahasa dalam lnteraksi Sosial Santri: Kajian Sosiolinguistik di Pesanten Banyumas, yang dimuat Litera pada 2004 silam.

Sedangkan karya Anif berjudul Pemakaian Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri dan Implikasinya bagi Rekayasa Bahasa Indonesia: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas. Karya tersebut terbit dalam prasidang Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya (Kolita) Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta pada 2003.

Atas hal itu, pihak Dewan Redaksi Kolita pun sebagaimana dijelaskan dalam poin-poin berikutnya mengambil sikap. Seperti menyandingkan dan menelaah dua karya tersebut menggunakan metode tabulasi manual dan aplikasi program software Turnitin.

Hasilnya kemudian disimpulkan bahwa ada kemiripan dalam dua karya tersebut. Dijelaskan dalam dua poin, yakni sebagian besar unsur makalah Anif Ridha ditemukan dalam artikel Fathur Rokhman dan ada unsur-unsur dalam makalah Fatur Rokhman tidak ditemukan dalam makalah Anif Ridha.

Kemudian menimbang dari tahun terbit kedua artikel tersebut. Disimpulkan bahwa karya milik Fathur tidaklah asli. "Dalam ketentuan untuk penulisan artikel untuk jurnal Litera, dinyatakan bahwa: artikel harus asli. Dalam arti belum pernah dipublikasikan dalam jurnal atau majalah lain. Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa Fathur Rokhman telah melanggar ketentuan yang ditetapkan dalam Jurnal Litera," sebut poin ke-lima dalam surat edaran tersebut.

Disebutkan pula terdapat fotokopi dua makalah sebagai kelengkapan informasi. Namun, Ketua Redaksi Litera Burhan Nurgiyantoro belum memberikan keterangan. Yang bersangkutan tidak merespons saat dihubungi melalui sambungan telepon dan chat WhatsApp.

Sementara dari pihak UNNES telah mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi edaran tadi. Melalui Kepala UPT Pusat Humas Hendi Pratama, mereka menyebut ada beberapa hal yang tidak lazim yang kemudian dibagi dalam beberapa poin.

Poin pertama menyebutkan, surat tersebut dibuat bukan oleh pihak yang berhak menjawab aduan. Dalam hal ini Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Dilanjut pada poin kedua, tidak adanya nomor surat resmi pada edaran.

Sedangkan poin terakhir adalah surat tersebut tidak secara langsung ditujukan kepada pengadu atau pelapor. "Saat ini kami sedang menunggu konfirmasi dari pihak LITERA untuk mengetahui apakah surat tersebut dibuat oleh mereka. Jika tidak diterbitkan LITERA, maka dokumen digital tersebut dapat dikatakan sebagai dokumen palsu," tulisnya dalam rilis yang diterima JawaPos.com, Jumat (13/7).

Namun jik surat tersebut terbukti terbitan LITERA UNY, pihaknya juga akan mengambil tindakan. Yakni ke Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti atas ketidakprofesionalan dalam pengelolaan jurnal ilmiah. Lantaran pihak author belum pernah dikonfirmasi atas dugaan tersebut.

Kemudian Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia atas kesalahan cara menanggapi aduan sesuai Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Selanjutnya ke Komisi Ombudsman Republik Indonesia atas maladministrasi pelayanan publik yang menyebabkan bocornya dokumen negara yang tidak memenuhi standar di media sosial.

"Mari berdoa bersama bahwa dokumen tersebut adalah palsu. Dokumen tersebut terkait nama Prof. Fathur Rokhman selaku pribadi. Namun dokumen tersebut juga berpotensi mencemarkan nama UNNES," tutupnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up