JawaPos Radar

Genjot Ekspor Minyak Goreng, Menperin Pertimbangkan Beri Insentif

13/07/2018, 17:25 WIB | Editor: Mochamad Nur
Genjot Ekspor Minyak Goreng, Menperin Pertimbangkan Beri Insentif
Ilustrasi kebun kepala sawit, bahan baku minyak goreng (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah terus mencari peluang untuk meningkatkan ekspor baik dari negara tujuan ekspor maupun komoditasnya. Langkah ini dilakukan dalam rangka memperbaiki neraca perdagangan Indonesia. Hingga Juni 2018, neraca perdagangan Indonesia defisit USD 790 juta.

Salah satu komoditas yang digenjot ekspornya dalah minyak goreng. Menteri Perindustrian Airlangga Hartato mengusulkan agar dana pungutan sawit diturunkan. Menurutnya, tingginya tarif selama ini telah mempengaruhi kuantitas ekspor.

Di sisi lain, peningkatan ekspor ini guna mengantisipasi perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang bisa berimbas pada semakin besarnya produk impor yang masuk ke Indonesia.

"Kami minta me-review untuk ekspor minyak goreng, bea yang ditarik iuran BPDP-nya itu untuk diturunkan sehingga ekspornya bisa meningkat," jelas Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/7).

"Ini tujuannya tentu untuk mendorong ekspor," tambahnya.

Lebih lanjut, saat ini ada dua pertimbangan insenfit yang diberikan. Pertama, dana pungutan terhadap sawit diturunkan. Kedua, kewajiban iuran untuk ekspor benar-benar dihilangkan.

"Jadi kalau kita bicara yang dikenakan iuran BPDP kan proses pertama, CPO. Proses hilir itu ada minyak goreng, ada produk turunan lain, kemudian ada juga disitu fatty alcohol, ada macam-macam. Kalau fatty alcohol dan yang lain enggak kena, ya tentu minyak goreng yang juga termasuk produk hilir sewajarnya itu diangkat agar ekspornya
meningkat," tutup dia.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up