JawaPos Radar

Sita Aset Abu Tours, Polda Sulsel Dipraperadilankan

13/07/2018, 17:21 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Abu Tours
Jamaah korban Abu Tours melakukan unjuk rasa di PN Makassar terkait gugatan yang dilayangkan Saudi Airlines terhadap Polda Sulsel, Jumat (13/7). (Sahrul Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Penyitaan aset Abu Tours senilai Rp 200 miliar berbuntut panjang. Tim penyidik Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) harus menghadapi gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Pemohon praperadilan adalah Maskapai Saudi Airlines. Perusahaan penerbangan itu menggugat atas dasar bahwa Rp 60 miliar dari total aset yang disita adalah miliknya.

Gugatan kemudian direspons ratusan jamaah yang merupakan korban perusahaan Abu Tours. Bentuk protes atas gugatan dilalukan dengan unjuk rasa di depan kantor PN Makassar, Jalan RA Kartini, Jumat (13/7) siang.

Mereka mendesak agar pihak PN Makassar tidak mengabulkan gugatan yang dilayangkan Saudi Airlines. "Kami meminta agar PN tidak mengabulkan gugatan penggugat. Sebab apabila gugatan dikabulkan, sama halnya dengan menambah beban para jamaah korban Abu Tours yang tersebar di berbagai daerah di Indoensia. Substansinya seperti itu," ujar koodinator unjuk rasa di PN Makassar.

Para jamaah menilai bahwa penyitaan aset yang dilakukan penyidik adalah langkah yang tepat. Selain mengapresiasi Polda Sulsel, mereka bahkan mendesak agar penyidik kembali melakukan penyitaan aset-aset lain yang disinyalir dipindahtangankan ke pihak ketiga.

Humas PN Makassar Dodi Hendra Sakti mengungkapkan, sidang gugatan praperadilan dalam perkara Abu Tours merupakan kali pertama digelar. Pihaknya belum bisa memastikan apakah gugatan dibabulkan atau tidak.

"Ini baru pertama kalinya sejak gugatan dimasukkan. Kami juga belum bisa pastikan apakah gugatan dikabulkan atau tidak. Karena itu tergantung putusan dari majelis hakim. Kami tunggu saja seperti apa hasilnya," jelasnya.

Sejauh ini, penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel telah menetapkan empat tersangka dalam kasus Abu Tours. Masing-masing adalah CEO Abu Tours Hamzah Mamba, Manajer Keuangan Abu Tours Kasim Mamba, mantan Komisaris Utama Abu Tours Khaeruddin dan istri CEO Abu Tours Nursyariah Mansyur.

Polda Sulsel segera melimpahkan berkas perkara empat tersangka ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel. Sembari menunggu hasil koordinasi dengan kejaksaan, kini empat tersangka mendekam di sel tahanan Polda Sulsel.

Sejauh ini, Polda Sulsel mencatat terdapat 86 ribu lebih korban Abu Tours yang tersebar di berbagai provinsi. Ditaksir total kerugian jamaah di atas Rp 1,8 triliun.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up