JawaPos Radar

Harga Telur Meroket, Konsumen Beralih ke Ayam Potong

13/07/2018, 16:18 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Telur Ayam
Harga telur di sejumlah pasar tradisional Kota Cirebon merangkak naik. (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Harga telur meroket dalam sepekan terakhir. Sejumlah konsumen pun beralih ke daging ayam potong. Sebab selisih harga telur dengan daging ayam tidak begitu besar.

Seperti di Pasar Tradisional Kramat, Kota Cirebon, Jawa Barat. Salah satu pedagang, Agus, 27, mengaku memilih mengurangi pasokan telur dari distributor. Mengingat pembeli lebih banyak memilih daging ayam ketimbang telur.

Harga telur selama sepekan terakhir berkisar Rp 28.000 per kilogram. Sementara harga daging ayam sebesar Rp 38.000 per kg. Selisih antara harga telur dan ayam potong mencapai Rp 10.000. "Jadi pembeli banyak milih daging ayam ketimbang telur," katanya, Jumat (13/7).

Bahkan akibat dari harga meningkat, pelanggan tetapnya seperti pedagang bakul memilik mengurangi jumlah telur. Kenaikan harga telur ditentukan langsung oleh distributornya. Dari harga telur yang dipasok distributor, Agus mengaku tidak mengambil untung banyak "Dari harga distributor, saya cuma ambil untung Rp 500 saja," akunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Kota Cirebon Yati Rohayati mengatakan, harga telur masih tinggi dan belum berangsur turun. Mengenai penyebab kenaikannya, dirinya hanya bisa melakukan pemantauan di sejumlah pasar di Kota Cirebon.

Yati menduga penyebab kenaikan harga telur dipicu karena persediaan yang sedikit. Di sisi lain, permintaan telur ayam masih tinggi. Sehingga harga telur mengalami kenaikan yang cukup tinggi. "Kami akan terus melakukan pemantauan di lapangan. Penyebab pastinya sendiri belum diketahui," ujarnya.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up