JawaPos Radar

Pemprov dan Operator Angkot Beda Pendapat

Uji Coba OK OTrip Diperpanjang

13/07/2018, 15:58 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Uji Coba OK OTrip Diperpanjang
Ilustrasi OK Otrip. (Dok JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperpanjang masa uji coba program angkutan transportasi One Karcis One Trip (OK OTrip). Sebelumnya, uji coba dengan tarif Rp 3.500 itu ditetapkan berakhir pada 15 Juli 2018. 

Penyebabnya, yakni masih adanya perbedaan pendapat antara PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dengan para operator angkutan umum. Sehingga program yang memberi keringanan biaya transportasi itu tidak berjalan  dengan lancar. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku, penerapan OK OTrip baru mencapai 20 persen. Dia pun meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk menjembatani PT Transjakarta dan para operator agar program itu berhasil.

Uji Coba OK OTrip Diperpanjang
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (Yesika Dinta/ JawaPos.com)

"Kendalanya mungkin kita tinggal samakan persepsi Transjakarta dan teman-teman operator. Dishub yang akan menjembatani. Kita ada beberapa pembagian yg cukup signifikan. Kita akan lakukan lagi pendekatan di biro perekonomian sore ini. Kita harapkan sesuai dengan instruksi gubernur," ujar Sandi di Jakarta Selatan, Jumat (13/7). 

Perpanjangan uji coba diharapkan mampu memberi waktu kepada kedua belah pihak untuk menemukan kesepakatan. 

"Kita akan coba cek apakah memungkinkan dilakukan perpanjangan secara singkat, kan kita harus memberikan pesan yang jelas bahwa ini harus jadi akhir Juli dan tinggal sedikit lagi. Jadi harus kedua belah pihak itu harus mencari titik temu,” terangnya.

Menurutnya, saat ini program OK OTrip telah memasuki tahap finalisasi. Ada dua hal yang menghambat kesepakatan kedua pihak, yakni jumlah rupiah per kilometer dan jakar tempuh.

"Harapan kita ada give and take karena ini salah satu yang menjadi masalah tuh di Tanah Abang. Tanah Abang itu kan banyak nya tidak mencapai target daripada jumlah kilometer per hari. Nah kita ingin ada give and take. Para operator itu menyatakan nggak apa-apa marjinnya lebih rendah yang penting ada kepastian," papar Sandi.  

Politikus Partai Gerindra itu membeberkan, PT Transjakarta dan operator juga belum menyepakati jarak tempuh minimal per hari.

“Karena yang di Tanah Abang itu enggak sampai 150 kilometer per hari. Enggak sampai 150 kilometer sementara kita di 75 kilometer per hari. Jadi nanti bisa dicari titik temunya," kata Sandi. 

Berdasarkan data PT Transjakarta, jumlah armada yang telah bergabung dalam OK OTrip baru mencapai 123 unit dari target 275 unit. Sedangkan, jumlah penumpang OK OTrip rata-rata mencapai 17 ribu orang per hari dengan rata-rata satu armada mengangkut 150 penumpang per hari.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up