JawaPos Radar

Kalau Salah Boleh Diadukan

Sistem Zonasi PPDB Ditentukan Menggunakan GPS

13/07/2018, 15:34 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Sistem Zonasi PPDB Ditentukan Menggunakan GPS
Orang tua murid protes karena anaknya tidak lolos PPDB ()
Share this image

JawaPos.com - Sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018 masih meninggalkan polemik yang belum terselesaikan. Berbagai pengaduan dari orang tua calon siswa pun terus bermunculan beberapa terakhir ini.

Sebagimana diketahui, sistem zonasi ditentukan atas persetujuan antara orang tua siswa dan operator di setiap sekolah. Namun masih terdapat kesalahan dalam penetuan titik koordinat tersebut.

Tim PPDB Dinas Pendidikan Kota Bandung, Edy Suparjoto, mengatakan pihaknya telah mencantumkan pengumuman soal kesalahan titik koordinat di situs resmi PPDB. Disebutkan setiap calon peserta didik dan orang tua yang mendaftar sudah diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan selama masa pendaftaran belum berakhir.

Karena penentuan zonasi ini dilakukan melalui titik koordinat GPS. Sehingga, masih terdapat kesalahan pihak orang tua saat menentukan titik koordinatnya. Padahal, kata Edy di website resmi PPDB sudah jelas tertulis perihal kesalahan titik koordinat itu berlaku pada saat pendaftaran.

"Selain itu, berdasarkan SOP-nya, ketika menentukan titik koordinat atau zonasi, sekolah juga harus memuat penjelasan penentuan titik koordinat itu," kata Edy di Bandung, Jumat (13/7).

Maka, jika para orang tua tidak melaporkan atau memperbaiki data yang sudah dibuat sebelumnya hingga masa habis pendaftaran, akan diproses dan dinyatakan data valid.

"Kan sebelum fix, titik koordinat sudah dipastikan kembali dengan bertanya kepada orang tua titik yang pas bahkan sampai di gangnya. Baru diklik dan ditandatangani (orang tua)," ujarnya.

Namun, jika pihak sekolah yang salah Itu maka akan ditindaklanjuti dan akan diberi peringatan hingga sanksi. Maka terkait kesalahan dalam penetuan zonasi yang akan diproses, tergantung pihak yang salah, apakah human error dari pihak sekolah atau memang ketidaktelitian orang tua calon siswa.

Untuk diketahui, menurut Edy pengaduan orang tua masih diterima hingga Jumat (13/7) hari ini. Karena, mulai Senin (16/7) sudah memasuki tahun ajaran baru 2018/2019. Hingga saat ini pihak Dinas Pendidikan masih menerima protes dan pengaduan dari orang tua siswa di kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung.

(ona/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up