JawaPos Radar

Paksa Pelanggan Pegang Tubuhnya, Mantan Selingkuhan Trump Ditangkap

13/07/2018, 18:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Paksa Pelanggan Pegang Tubuhnya, Mantan Selingkuhan Trump Ditangkap
Mantan selingkuhan Trump, Daniels ditangkap karena paksa pelanggan pegang tubuhnya (My Freedo)
Share this image

JawaPos.com - Nama Stormy Daniels akan selalu dikaitkan skandalnya dengan Presiden AS Donald Trump. Termasuk penangkapannya baru-baru ini di Ohio. Dilansir CNN pada Kamis (12/7), Daniels menghadapi tuduhan tiga pelanggaran ringan.

Daniels, yang bernama asli Stephanie Clifford, membayar jaminan senilai USD 6.054 dan dibebaskan Kamis (12/7) pagi. Ia ditangkap karena para detektif yang berada di The Sirens Gentlemen's Club mengamati Daniels melepas bajunya dan memaksa para pelanggan menyentuh salah satu bagian tubuhnya di klub striptis tersebut.

Ketika petugas menyaksikan aksi tersebut, tiga detektif mendekati panggung. Daniels diduga berjalan menuju dua detektif dan melakukan tindakan tidak senonoh. Ini menurut dokumen pengadilan.

Paksa Pelanggan Pegang Tubuhnya, Mantan Selingkuhan Trump Ditangkap
Danies bekerja di banyak klub striptis di AS (Posos de Anarquia)

The Sirens Gentlemen's Club telah mengunggah di situs web-nya bahwa Daniels dijadwalkan untuk tampil di sana pada Rabu dan Kamis. Seseorang yang menjawab telepon di klub menolak berkomentar.

Pengacara Daniels, Michael Avenatti mengatakan, kliennya ditangkap ketika melakukan tindakan yang sama yang telah dilakukannya di seluruh Amerika di hampir 100 klub striptis. "Ini adalah penangkapan yang bermotif politik. Ini berbau keputusasaan," katanya melalui Twitter.

"Kami akan melawan semua tuduhan palsu yang diajukan kepada Daniels," imbuhnya.

Polisi Columbus mengatakan, mereka telah membuat banyak penangkapan berdasarkan undang-undang ini sejak musim gugur lalu ketika pihak berwenang menentang aktivitas ilegal di klub-klub hiburan dewasa di kota itu. Daniels menjadi berita utama di seluruh dunia atas pengungkapan dugaan perselingkuhan dengan Trump pada 2006, meski Gedung Putih mengatakan Trump menyangkal terjadi perselingkuhan.

(ina/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up