JawaPos Radar

Sindikat Hipnotis Beraksi Puluhan Kali, Korban Rugi Ratusan Juta

13/07/2018, 13:48 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Sindikat Hipnotis Beraksi Puluhan Kali, Korban Rugi Ratusan Juta
Kapolsek Kota Bukittinggi, Kompol Zahari Almi menunjukkan lima foto pelaku yang dua diantaranya sudah diringkus (Ist/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Dua dari lima pelaku penipuan dengan modus hipnotis diringkus jajaran Polsek Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Kuat dugaan, jaringan hipnotis yang telah menipu ratusan juta uang korban itu, telah lama beraksi.

Dua pelaku yang berhasil ditangkap adalah Muhammad Anwar, 46, tercatat sebagai warga Garut, Jawa Barat. Dalam menjalankan aksinya, tersangka Muhammad ini berperan sebagai ahli hipnotis. Kemudian pelaku Suhardi, 65, warga asa Sumatera Utara yang berperan sebagai pencari "mangsa".

Tiga pelaku lain yang identitasnya sudah dikantongi petugas, masing-masing berinisial H, N dan AP. Ketiganya kini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polresta Bukittinggi.

Dari informasi, terkuaknya kasus penipuan dengan cara hipnotis ini berawal dari keributan yang terjadi antara pelaku dengan salah seorang korbannya di kawasan Kelurahan Manggis Ganting, Kota Bukittinggi, Rabu sore (11/7).

Saat itu, pelaku hendak memperdaya seorang korban yang sebelumnya juga pernah "dimangsa" jaringan ini. Lantas, tersebab perempuan itu mengenali pelaku, spontan saja korban memaki-maki pelaku di tengah keramaian yang jelas mengundang perhatian orang banyak.

Bahkan, salah seorang warga mengabadikan video keributan itu dan sempat viral di media sosial (medsos). "Nah, dapat laporan itu, anggota kami langsung ke TKP dan mengamankan pelaku," kata Kapolsek Kota Bukittinggi, Kompol Zahari Almi membenarkan kejadian tersebut, Kamis (12/7).

Lantas, pelaku dan korban pun dibawa ke Mapolsek untuk dimintai keterangan resmi. Kepada penyidik, korban mengaku telah dihipnotis para pelaku. Akibatnya, korban menderita kerugian Rp800 ribu dan perhiasan senilai Rp7 juta lebih.

Dalam beraksi, pelaku mengimingi korban dengan berbagai bisnis. Dengan kata lain, perhiasan dan uang yang diterima pelaku adalah hasil bujuk rayunya terhadap korban yang ingin berinvestasi dengan tawaran yang dijanjikan.

Salah satu modusnya, pelaku berpura-pura seperti juragan yang tengah mencari pabrik telor asin. Lalu, bagi pelaku yang bisa menunjukkan alamat pabrik telor asin itu, pelaku mengimingi dengan bayaran fantastis mencapai 300 USD. Jaringan ini menyasar keramaian, terutama orang-orang yang memakai banyak perhiasan.

"Seorang pelaku menjadi pencari alamat, satunya lagi menunggu di mobil. Sampai di mobil, korban dihipnotis," terang Kapolsek.

Selain itu, pelaku mengaku, juga terkadang berpura-pura sebagai agen penjual batu mustika. "Kita juga tengah berkoordinasi dengan Polresta Padang. Sebab, ada tiga laporan serupa juga di Kota Padang. Ada juga dua laporan sama di Pekanbaru, Riau. Sementara, ada 12 laporan total kasus ini diberbagai daerah," katanya.

Sementara, di Polsek Bukittinggi sendiri, pihaknya telah merangkum tujuh pengakuan korban dari berbagai TKP pusat perbelanjaan Kota Bukittinggi. Namun dari jumlah tersebut, baru dua korban yang membuat laporan resmi pada pihak berwajib.

Satu laporan di Polresta Bukittinggi tahun 2017 silam. Dimana, korban Hj Novita, 52, mengalami kerugian hingga Rp175 juta. Hasil pemeriksaan sementara, diduga kuat, jaringan ini sudah lama beraksi, terutama di Kota Bukittinggi.

"Dua pelaku kita tahan di sel Mapolsek untuk proses pengembangan lebih lanjut. Termasuk memburu tiga rekan pelaku yang masih buron," tutup Kapolsek.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up