JawaPos Radar

Pemain Timnas Kroasia Moncer Berkat Gemblengan di Negeri Orang

13/07/2018, 12:58 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Timnas Kroasia, Piala Dunia 2018, Final Piala Dunia 2018
Timnas Kroasia gemilang salah satunya para pemain banyak yang digembleng di luar negerinya (Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)
Share this image

JawaPos.com - Keberhasilan Kroasia mencapai final Piala Dunia 2018 bukan kebetulan. Bukan pula campur tangan keberuntungan. Tim asuhan Zlatko Dalic itu memang punya kualitas untuk bisa melenggang ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya. Kroasia memiliki pemain-pemain berkualitas yang membuat tim menjadi solid.

Sebagai negara pecahan Yugoslavia, talenta sepak bola Kroasia tak perlu dipertanyakan lagi. Saat masih menjadi negara utuh bernama Yugoslavia, timnas negara tersebut cukup gemilang di pentas dunia. Kroasia pun mengekor induknya. Toh, moncernya para pemain Kroasia tak secara instan. Mereka melalui proses yang panjang. Salah satunya adalah gemblengan di negeri orang.

Seperti diketahui, Kroasia hanya memiliki populasi 4 juta jiwa. Namun, mereka Timnas mereka mampu mengalahkan sejumlah tim kuat di sepak bola dan negaranya cukup padat. Sebut saja Argentina (43 juta orang), Inggris (53 juta orang), bahkan tuan rumah Rusia (144 juta orang).

Timnas Kroasia, Piala Dunia 2018, Final Piala Dunia 2018
Presiden Kroasia, Kolinda Grabar-Kitarovic, bersama Presiden Federasi Sepak Bola Kroasia, Davor Suker, dan Presiden FIFA Gianni Infantino (Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)

Dengan jumlah penduduk yang sedikit, Kroasia mampu menghasilkan para pemain penuh talenta. Itu salah satunya karena gemblengan akademi sepak bola negeri orang atau luar negeri. Mario Mandzukic, misalnya, dia pernah mencicipi ilmu sepak bola di Jerman (TSF Ditzingen). Lalu, Ivan Rakitic yang lahir di Swiss dan ditempa di akademi milik FC Basel. Ivan Perisic juga mengasah bakatnya di tim junior klub Prancis, Sochaux.

"Saya tidak perlu mengajari mereka (Luka Modric cs) tentang sepak bola atau banyak berbicara taktik karena saya sudah memiliki sekumpulan pemain fantastis," beber Zlatko Dalic seperti dilansir ESPN.

Memang tidak semua pemain tertempa di luar negeri. Kroasia beruntung karena punya dua klub raksasa yang sangat peduli dengan perkembangan sepak bola, Dinamo Zagreb dan Hajduk Split. Dua klub yang memenangi 25 titel dari 27 musim perhelatan Prva Liga (kompetisi kasta tertinggi Kroasia) itu adalah produsen skuad Kroasia dari generasi emas Davor Suker cs di Piala Dunia 1998 hingga skuad saat ini.

Modric, Mandzukic, Vedran Corluka, Sime Vrsaljko, Mateo Kovacic, hingga Milan Badelj adalah alumni Dinamo. Sementara itu, Subasic dan Ivan Strinic mengikuti jejak Igor Stimac, Alen Boksic, dan Slaven Bilic sebagai alumni moncer dari Hajduk.

"Banyak yang meremehkan negeri kami. Tapi, itu justru memotivasi kami untuk melakukan sesuatu," ungkap Modric kepada ITV.

Ada satu alasan lagi Kroasia bisa menjuarai Piala Dunia 2018. Vatreni memiliki presiden cantik dan gila bola, Kolinda Grabar-Kitarovic. Tidak sekadar menonton langsung dan berdandan ala suporter, Kolinda juga tidak malu berjoget dengan Modric cs di ruang ganti setelah kemenangan atas Rusia di perempat final.

(dra/c19/dns)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up