JawaPos Radar

Pilpres 2019

Soal Cawapres Jokowi, Tjahjo: Saya TNI Saja

12/07/2018, 23:31 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Tjahjo Kumolo
Mendagri Tjahjo Kumolo saat di Balai Besar Rehabilitasi Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN), Desa Cigombong, Lido, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/7). (Ridwan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo angkat bicara soal calon wakil presiden yang pantas mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada kontestasi Pilpres 2019. Mantan sekjen PDIP itu mengaku bisa saja sang cawapres akan di umumkan di detik-detik terkahir pendaftaran.

"Kita tunggu saja. Detail kapan pengumumannya sata tak tahu. Bisa satu hari, bisa satu jam sebelumnya (penutupan pendaftaran-red)," ujar Tjahjo di Balai Besar Rehabilitasi Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN), Desa Cigombong, Lido, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/7).

Terkait soal latar belakang cawapres Jokowi, Tjahjo mengatakan, dirinya tidak ingin ada dikotomi antara sipil dan militer atau islam dan nasionalis. Karena yang penting baginya, figur cawapres Jokowi bisa mengemban amanah dan menjalankan tugas pokok negara.

"Saya sebagai pembantu pak Jokowi. Tentunya saya TNI yang artinya Taat Nurut Intruksi apa yang menjadi arahan Bapak Jokowi," kata Tjahjo.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto pun meminta agar seluruh pihak bersabar mengikuti tahapan yang berlaku dalam Pemilu 2019. Hal itu pula yang dilakukan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam mengumumkan nama cawapres Jokowi.

"Kalau saya membaca dari Ibu Megawati, beliau ini kan konsisten dalam mengukuti tahapan (pemilu)," ujar Hasto DPP PDIP Jalan Diponegoro Menteng, Jakarta Pusat.

Jika melihat agenda Komisi Pemilihan Umum (KPU), pendaftaran pasangan calon presiden (capres) dan cawapres akan dibuka pada tanggal 4 hingga 10 Agustus 2018. Mengetahui itu, maka Hasto memprediksi pengumuman nama cawapres Jokowi akan dilakukan dalam rentang waktu tersebut.
Ungkapan 'cuaca cerah' yang dimaksud Megawati diperkirakan akan terjadi antara tanggal 4 sampai 10 Agustus 2018.

"Kami tunggu momentum yang tepat antara tanggal 4 dan 10 (Agustus 2018). Kami cari cuaca yang terbaik untuk mengumumkan pasangan pemimpin bangsa tersebut," jelas Hasto.

Sementara itu Hasto mengatakan alasan tak kunjung diumumkannya cawapres Jokowi karena beberapa hal. Dinamika politik yang kerap berubah menjadi salah satu faktor, di samping pematangan koalisi.

"Kami juga harus melihat dinamika politiknya seperti apa. Bagaimana kami menggalang seluruh kekuatan gotong-royong nasional," pungkasnya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up