JawaPos Radar

Kejati Kembalikan Berkas Tiga Tersangka RTH Tunjuk Ajar Integritas

12/07/2018, 21:22 WIB | Editor: Budi Warsito
Kejati Kembalikan Berkas Tiga Tersangka RTH Tunjuk Ajar Integritas
Ilustrasi Korupsi (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Jaksa peneliti Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, mengembalikan berkas perkara (P19), tiga tersangka dugaan korupsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas. Pengembalian berkas itu dilakukan sebab, berkas tersebut dinilai belum lengkap.

Adapun ketiga tersangka tersebut, berasal dari Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Mereka adalah, Ikhwan Sunardi yang saat itu merupakan Ketua Pokja; lalu Desi Iswanti dan Rica Martiwi, yang merupakan anggota pokja.

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, membenarkan adanya pengembalian berkas itu. Pengembalian menurut petunjuk jaksa peneliti.

"Jaksa peneliti tengah menunggu berkas yang sedang dilengkapi oleh penyidik. Sesuai dengan petunjuknya," ujar Muspidauan di Pekanbaru pada Kamis (12/7).

Jika berkas tersebut dinilai telah lengkap oleh jaksa peneliti, maka barulah dilanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu pelimpahan tersangka dan barang bukti (tahap II) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Untuk diketahui, kasus ini telah menyeret 18 nama sebagai tersangka. Selain tiga tersangka diatas, ada tiga nama yang telah didudukkan di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Mereka diantaranya, mantan Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Sumber Daya Air (Ciptada) Provinsi Riau, Dwi Agus Sumarno; Yuliana J Bagaskoro dan Rinaldi Mugni yang masing-masing merupakan rekanan dan konsultan pengawas. Ketiganya telah ditahan sejak akhir November 2017 lalu.

Kemudian, penyidik Kejati Riau juga sudah menahan tiga orang tersangka yang kini juga tengah diproses di pengadilan. Diantaranya, Direktur PT Panca Mandiri Consultant, Reymon Yundra dan seorang staf ahlinya Arri Arwin; serta Khusno yang merupakan Direktur PT Bumi Riau Lestari (RBL).

Untuk tersangka lainnya, di antaranya Sekretaris Pokja, Hariyanto dan anggota Pokja Hoprizal. Selain itu, Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) Adriansyah dan Akrima ST; juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yusrizal dan ASN Silvia.‎ Terhadap mereka, nasibnya akan ditentukan belakangan.

Dari penyidikan perkara ini, para tersangka diduga melakukan perbuatan melawan hukum dengan tiga modus. Pertama, pengaturan tender dan rekayasa dokumen pengadaan. Di sini selain disangkakan korupsi, penyidik juga akan menjerat dengan Pasal 9 Undang-Undang (UU) Nomor 20 tahun 2001 tentang pegawai negeri yang memalsukan buku daftar dan surat-surat.

Kedua, ditemukan pula bukti proyek ini langsung dan tidak langsung ada peran dari pemangku kepentingan yang harusnya melakukan pengawasan namun tidak dilakukan. Ketiga, ditemukan bukti proyek ini ada yang langsung dikerjakan pihak dinas.

Penyidik juga telah menemukan dugaan kerugian negara hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI perwakilan Riau senilai Rp1,1 miliar.

RTH Tunjuk Ajar Integritas yang terletak di Jalan Ahmad Yani ini, dibangun pada tahun 2016 di lahan bekas kantor Dinas PU Provinsi Riau. Pengerjaannya dilakukan oleh Pemprov Riau melalui Dinas Ciptada Riau dengan anggaran sebesar Rp 8 miliar.

Setelah selesai, RTH ini diresmikan oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo pada 10 Desember 2016 lalu. Peresmian itu juga bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) di Indonesia yang dipusatkan di Riau. Tugu ini didirikan dengan tujuan sebagai permulaan Riau untuk bersih dari korupsi. Dimana selama ini, Riau masuk lima besar daerah yang disupervisi KPK.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up