JawaPos Radar

Pemkot Surabaya Dapat Hibah 2 Bus Double Decker dan Uang RP 5 M

12/07/2018, 19:50 WIB | Editor: Budi Warsito
Pemkot Surabaya Dapat Hibah 2 Bus Double Decker dan Uang RP 5 M
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Pemegang saham pengendali Bank Mayapada, Dato' Sri Tahir menandatangani perjanjian hibah dua bus double decker dan dana sebesar Rp 5 miliar (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah Kota Surabaya mendapatkan dana hibah sebesar Rp 5 Miliar dari Bank Mayapada. Tak hanya itu, Pemkot Surabaya juga menerima dua unit bus double decker.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan dua bus tumpuk untuk transportasi mahasiswa. Rutenya, mulai dari Surabaya barat hingga timur.

Dua wilayah tersebut, merupakan trayek yang melalui 3 perguruan tinggi negeri di Surabaya. Antara lain, Universitas Negeri Surabaya di jalan Lidah Kulon, Terminal Joyoboyo, Universitas Airlangga, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Pemkot Surabaya Dapat Hibah 2 Bus Double Decker dan Uang RP 5 M
Penampakan dua bus double decker hibah dari Bank Mayapada (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

"Maunya, kami akan fungsikan sebagai transportasi umum. Tapi akan terkoneksi ke tiga perguruan tinggi itu," kata Risma di Balai Kota Surabaya, Kamis (12/7).

Tak hanya untuk memfasilitasi mobilitas mahasiswa, Risma menganggap, pemanfaatan dua bus tersebut juga dapat mencegah terjadinya kecelakaan saat mahasiswa mengendarai kendaraan pribadi.

"Orang tuanya sudah susah-susah nyekolahkan, di tengah perjalanan ke kampus, malah kecelakaan," kata Risma.

Sementara, Risma juga akan mengalokasikan dana hibah sebesar Rp 5 milyar tersebut ke sektor pendidikan. Dia tidak mengatakan berapa besar yang akan diambil dari dana hibah itu.

Yang jelas, sebagian akan digunakan untuk pembiayaan untuk siswa putus sekolah pada jenjang SMP. Saat ini, tercatat sebanyak lebih dari 500 siswa SMP di Surabaya yang putus sekolah. "Tapi ngga semua (dana Rp 5 milyar). Hanya sebagian saja," katanya.

Tak hanya jenjang SMP. Risma juga akan mengalokasikan sebagian dana hibah untuk pembiayaan siswa putus sekolah pada jenjang SMA. Katanya, dirinya akan membangun sekolah SMA plus.

Risma menjelaskan, SMA plus akan sama seperti SMA pada umumnya. Namun, karena SMA itu adalah turunan dari SMA Dharma Wanita milik pemerintah kota, maka 50 persen mata pelajarannya akan berbeda.

"Jadi kami akan berikan mata pelajaran yang berorientasi pada kesiapan lulusannya pada dunia kerja," jelas Risma.

Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Irvan Wahyudrajad memastikan, tidak akan menerapkan tarif alias gratis. Alasannya, sebagai kewajiban pemerintah kota untuk menyediakan transportasi publik yang nyaman bagi masyarakat Surabaya.

Namun, Irvan belum dapat memastikan kapan bus warna kuning tersebut akan dioperasikan. Karena, masih menunggu serah terima dari pemerintah kota kepada Dinas Perhubungan Surabaya.

Setelah proses serah terima, Irvan mengatakan pihaknya akan melakukan proses pengujian dan sosialisasi. Terutama pengujian terkait rute busnya. Mengingat, jarak antara kampus Unesa di jalan Lidah Kulon ke ITS adalah 31 km.

"Karena rutenya cukup panjang, mungkin akan kami bagi dua (titik pemberhentiannya). Supaya penumpangnya tidak menunggu terlalu lama. Mulai dari barat (Unesa), Joyoboyo, lalu ITS," jelas Irvan.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up