JawaPos Radar

Harga Daging Ayam Mahal, Pembeli Mulai Kurangi Belanja

12/07/2018, 19:07 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Harga Daging Ayam
MAHAL: Harga daging ayam di Kabupaten Malang merangkak naik.  (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Harga daging ayam di Kabupaten Malang seminggu terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan. Dari semula hanya Rp 32 kilogram, kini harganya melonjak menjadi Rp 36 ribu per kilogram.

Akibatnya, banyak konsumen yang mulai mengurangi porsi belanja dan mengalihkan untuk membeli komoditas lainnya.

Salah satu pedagang di Pasar Kepanjen, Saudah, 52, mengaku kenaikannya memang tidak secara langsung, melainkan bertahap. Setiap harinya, daging ayam mengalami kenaikan harga antara Rp 500 hingga Rp 1.000.

"Naik hampir setiap hari hingga harganya seperti sekarang," kata Saudah, ketika ditemui di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (12/7). 

Saudah menjelaskan, harga ayam paling mahal ketika menjelang lebaran hingga H+7. Saat itu, per kilogramnya tembus Rp 42 ribu. 

Namun meski begitu, permintaan pembeli tetap tinggi. Berbeda dengan saat ini. Pembeli cenderung lesu. Biasanya, dalam satu hari dia bisa menjual antara 1,5 kuintal hingga 2 kuintal. Namun sekarang, bisa menjual 100 kilogram saja sudah bagus. 

"Pembeli mengurangi belanjanya. Yang biasanya beli 1 kilogram, sekarang setengah saja," keluhnya. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Esti, 45, pedagang lain di Pasar Pakisaji. Biasanya, pembeli yang mampir di lapak dagangannya, membeli minimal satu kilogram. Namun, sejak harga ayam naik, kebanyakan mengurangi pembelian. 

"Walau ada juga yang belanja dengan jumlah tetap. Tapi ada yang sudah mulai mengurangi pembelian," katanya. 

Sehari, dia menjual sebanyak 70 kilogram ayam. Dia bersyukur, komoditas yang dijual ini termasuk favorit pembeli. Sehingga meski harga mahal, namun pembeli masih kontinyu. 

"Apa karena masih libur sekolah ya, jadi kebutuhan naik. Nggak tahu kalau sudah masuk. Semoga tetap ramai," kata dia. 

Suryani, 42, salah satu pembeli menjelaskan, karena sudah termasuk kebutuhan konsumsi, dia tetap membeli daging ayam. Walau harganya mahal. 

"Gimana lagi, namanya butuh. Kadang juga saya kurangi jumlahnya. Lagipula kan tidak setiap hari mengkonsumsi," tandasnya.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up