JawaPos Radar

Harga Telur Ayam Meroket, Lebih Mahal Dibanding saat Lebaran

12/07/2018, 18:50 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Harga Telur Ayam
MERANGKAK NAIK: Harga telur di sejumlah pasar tradisional Kota Cirebon merangkak naik, Kamis (12/7). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Harga telur ayam dan ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Kota Cirebon terus merangkak naik. Bahkan, kenaikan kenaikan harga keduanya melebihi harga saat lebaran kemarin.

Pantauan JawaPos.com di dua pasar tradisional di Kota Cirebon, harga telur mencapai Rp 28 ribu per kilogram. Sementara harga ayam potong mencapai sekitar Rp 39.000.

Pedagang telur di Pasar Pagi, Iim, 58, mengatakan, kenaikan harga telur ayam sudah terjadi selama tiga hari terakhir. Dia mengaku tidak tahu persis penyebab naiknya harga telur ayam tersebut.

"Sudah tiga hari ini naik. Sekarang saja sudah Rp 28.000 per kilo. Padahal harga waktu mau lebaran hanya Rp 23.000 atau 24.000. Kenaikannya sampai 5.000. Ini parah," ujarnya kepada JawaPos.com, Kamis (12/7).

Iim mengaku, kenaikan harga telur itu membuat para pelanggannya kaget. Karena tidak biasanya harga telur ayam setinggi itu. Padahal, menurutnya, saat Ramadan dan Idul Fitri lalu saja harga telur tidak semahal sekarang.

"Pelanggan saya saja sampau kaget. Kok harga telur semakin naik tidak biasanya. Padahal harga telur tidak sampai Rp 28 ribu per kilogram," keluh Iim.

Terpisah, pedagang telur di Pasar Kramat Kota Cirebon, Agus, 27, menyebutkan, harga telur ayam yang dijualnya berkisar Rp 27.000 hingga Rp 28.000.

Menurutnya, harga telur yang mendekati harga ayam potong membuat pembeli beralih membeli ayam. Mengingat, harga telur dan daging ayam potong hanya selisih Rp 10.000.

"Pembeli banyak yang mikir ulang kalau mau beli telur. Tanggung beli daging ayamnya saja," pungkasnya.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up