JawaPos Radar

Brimob Kembali Kontak Senjata dengan KKB di Papua

12/07/2018, 22:00 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Brimob Kembali Kontak Senjata dengan KKB di Papua
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar membebaskan warga sipil dari kelompok KBB. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mengaku diserang aparat gabungan TNI-Polri di sekitar lapangan terbang Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua, hari ini, Kamis (12/7). Bahkan mereka mengklaim ditembaki dari helikopter dan dilemparkan bom. 

Namun hal tersebut dibantah pihak Kepolisian. Mereka mengaku hanya membalas serangan kelompok tersebut. "Kita sedang melaksanakan penegakkan hukum terhadap kelompok KKB yang telah membunuh warga sipil. Mohon jangan terpengaruh propaganda kelompok KKB tersebut," ujar Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi, Kamis (12/7).

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divhumas Mabes Polri Kombes Pol Syahar Diantono menerangkan, pengejaran terhadap KKB yang ada di Kabupaten Nduga terkait kasus penembakan pesawat dan pembunuhan terhadap tiga warga sipil, serta satu orang anak yang mengalami luka bacok.

Ditambah lagi, pada Jumat (6/7) saat personil Brimob melaksanakan pengamanan di Bandara Keneyam, terjadi kembali penembakan yang diluncurkan KKB. Akibat kejadian itu, anggota Resimen 1 Pelopor Brimob,  Bharada Rafindo Refli Sagala mengalami luka tembak dan saat ini sudah di rujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.

Kemarin, (11/7) sekira pukul 11.17 WIT, saat Helikopter Polri akan mengirimkan bahan makanan di beberapa titik keberadaan personil, KKB juga menembakinya. Untung saja tidak ada korban jiwa dalam hal ini. 

Tidak lama kemudian di sekitar lokasi, kontak senjata antara personil BKO Brimob dengan KKB terjadi. Dikarenakan situasi tidak memungkinkan, helikopter pun kembali ke Pos Polisi Nduga.

Sekira pukul 16.00 WIT,  heli tersebut kembali mengirimkan bahan makanan di beberapa titik keberadaan personil Brimob. Akan tetapi kontak senjata kembali terjadi hingga mereka batal menurunkan bahan makanan. 

Untuk itu, Syahar memastikan tidak ada penembakan dari helikopter ke KKB, apalagi sampai melakukan pengeboman. "Keberadaan helikopter Polri di Kabupaten Nduga untuk membawa bahan makanan dan evakuasi seperti evakuasi korban penembakan personil Brimob pada tanggal 06 Juli 2018," tutur dia melalui keterangan resmi. 

Saat ini, situasi di Kabupaten Nduga terbilang aman dan tidak ada yang mengungsi akibat kontak senjata itu. Di sisi lain, Syahar menuturkan, ada beberapa KKB di Kabupaten Nduga. Salah satunya dipimpin oleh Egianus yang sempat bergabung dengan kelompok lainnya di belakang Sekolah SD Kampung Alguru saat terjadi kontak tembak. 

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up