JawaPos Radar

Dimeriahkan Andien, Argo Muria Festival Siap Digelar di Lawang Sewu

12/07/2018, 17:36 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Andien
Andien saat konferensi press bersama PT KAI di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta belum lama ini. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Pagelaran seni sebagai bentuk apresiasi kepada penumpang Kereta Api (KA) Argo Muria bakal dihelat di pelataran Gedung Lawang Sewu, Sabtu (14/7) besok. Acara ini rencananya akan dimeriahkan oleh biduan Ibu kota Jakarta, Andini Aisyah Hariadi atau Andien.

“Dengan bertajuk Argo Muria festival with Andien Metamorfosa ini akan menyajikan berbagai macam pertunjukan seni Music Showcase, Illustration Respond (Art Show), Teater Performance, Fashion Showcase dan Konser musik dengan menampilkan artis kenamaan Andien,” tulis Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Suprapto seperti rilis yang diterima JawaPos.com, Kamis (12/7).

Dilangsungkan sedari pukul 15.00-21.00 WIB, Suprapto menyebut bahwa pihaknya akan memanfaatkan atraksi seni ini guna memamerkan keunikan layanan transportasi kereta api. Utamanya nuansa obyek wisata unggulan Gedung Lawang Sewu dan Museum KA Ambarawa. Selain itu, akan ada bazzar dan delapan tenant yang ikut meramaikan. 

Namun yang jelas, Festival Argo Muria, lanjut Suprapto, bakal menjadi suatu bentuk apresiasi kepada penumpang KA Argo Muria selama ini. Dimana menurutnya, pada periode Januari hingga Desember tahun 2017 lalu, peminat KA jurusan Semarang-Jakarta ini sukses mencapai 755.701 penumpang atau naik 12 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Kita juga ingin promosikan layanan kereta api relasi Semarang Tawang-Gambir yang pertama kali beroperasi pada tanggal 22 Desember 1997," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (12/7).

Seiring berjalannya waktu, KA Argo Muria sendiri kini sudah beralih memakai kereta eksekutif terbaru produksi INKA 2017. Hal itu tak lain adalah upaya meningkatkan pelayanan kepada penumpang.

Mengenai dipilihnya Lawang Sewu menjadi venue acara, yaitu supaya mampu mengedukasi publik. Selain sebagai tempat yang cocok untuk memamerkan produk unggulan perkeretaapian, latar belakang sejarah Bangunan Seribu Pintu, salah satunya sebagai saksi pertempuran lima hari di Semarang pada Oktober 1945 juga menjadi pertimbangan.

"Oleh karena itu tahun 1992, Pemkot Semarang menjadikan gedung ini sebagai bangunan kuno bersejarah di Semarang yang patut dilindungi," cetusnya. 

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up