JawaPos Radar

Jusuf Kalla Minta Rumah Sakit Buka Pendidikan Untuk Pasien

12/07/2018, 17:25 WIB | Editor: Budi Warsito
Jusuf Kalla Minta Rumah Sakit Buka Pendidikan Untuk Pasien
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla saat menyambangi Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya. Kunjungan tersebut dalam rangka meresmikan Gedung Graha RSI Surabaya. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Masalah kesehatan tidak hanya disebabkan penyakit yang diderita pasien. Tetapi, juga berawal dari kebiasaan dan pola hidup yang buruk seseorang.

Hal itu, disampaikan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla saat menyambangi Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya. Kunjungan orang nomor dua di Republik Indonesia ini, dalam rangka meresmikan Gedung Graha RSI Surabaya.

JK mengatakan, rumah sakit perlu membuka bagian atau divisi pendidikan untuk pasien. Tujuannya, mendidik pasien agar menerapkan pola hidup sehat.

Jusuf Kalla Minta Rumah Sakit Buka Pendidikan Untuk Pasien
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla saat menyambangi Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya. Kunjungan tersebut dalam rangka meresmikan Gedung Graha RSI Surabaya. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

"Saya kira rumah sakit juga harus ada bagian pendidikan pasien. Jadi pasien itu ngga hanya diobati tapi juga dididik untuk merobah kebiasaan buruknya," kata JK di RSI Surabaya, Kamis, (12/7).

Menurut JK, ada sejumlah faktor yang menyebabkan penurunan kondisi kesehatan. Salah satunya, pola hidup tak sehat. Misalnya, merokok, kurang tidur, kebiasaan minum minuman keras dan kurang berolah raga.

"Apakah orang itu tengah malam atau paginya baru tidur karena habis nonton sepak bola. Itu akan menyebabkan tingkat kesehatan menurun," kata JK

Seseorang yang menderita penyakit akibat pola hidup seperti itupun, akhirnya mendominasi jumlah pasien di rumah sakit. Dalam kesempatan itu, JK mengakui kualitas layanan rumah sakit di Indoensia sudah lebih baik.

"Sebenarnya, makin sepi rumah sakit makin bagus suatu negara. Tapi, memang jika banyak pasien di rumah sakit berarti makin banyak amalyah untuk menyehatkan orang," tuturnya.

Kemudian, JK juga mengimbau agar instansi pemerintah untuk turut memberikan pendidikan hidup sehat kepada masyarakat. Dalam hal ini, perlu adanya peran BPJS dan pemerintahan kota dan daerah.

Pertama, adalah Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) juga bertindak. JK mengatakan, BPJS perlu menciptakan gerakan pola hidup sehat bagi pemegang kartu BPJS.

Supaya, masyarakat sadar dengan kondisi kesehatan dan mendorong efisiensi anggaran kesehatan. "Karena tanpa hidup sehat, berapapun anggaran BPJS, akan tergerus. Bisa bangkrut nanti BPJS," katanya.

Lalu, JK juga menghimbau kepada pemerintah kota dan daerah untuk memperhatikan kondisi lingkungan. Antara lain, soal kebersihan dan penanggulangan banjir.

"Ini tanggung jawab wali kota. Kalau banyak nyamuk, sampah, banjir, tentu banyak yang sakit," ujarnya.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up