JawaPos Radar

Telur di Semarang Tembus Rp 28 Ribu per Kg

12/07/2018, 16:37 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Harga Telur
Salah satu pedagang telur ayam di Pasar Induk Johar, Semarang. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Belum genap sebulan setelah Lebaran, harga sejumlah kebutuhan pangan di Kota Semarang kembali merangkak naik. Antara lain telur dan daging ayam potong. Kenaikan harga kedua komoditas tersebut cukup signifikan.

Yanti, pedagang di Pasar Induk Johar, Semarang, mengatakan, harga telur kini telah mencapai Rp 27 ribu sampai Rp 28 ribu per kg. Padahal sebelumnya hanya Rp 23 ribu per kg. "Dari semenjak Lebaran, itu (harga telur) naik terus sampai sekarang," ujar warga Kebonharjo itu, Kamis (12/7).

Menurutnya, harga tersebut merupakan yang tertinggi pada tahun ini. Yanti mengaku hanya bisa meraup keuntungan yang tidak terlalu banyak. "Saya cuma untung Rp 1.500 saja. Ambilnya di Ndamaran sana Rp 26.500," sambungnya.

Hal senada disampaikan Alim, 41, pedagang telur di Pasar Peterongan, Semarang Selatan. Bahkan, dia harus menjual telur dengan kisaran harga yang sama demi bisa balik modal. Meski laku, Alim harus berjualan lebih lama agar semua dapat terjual habis.

"Saya kurang tahu, tapi harga dari pemasoknya sudah segitu. Dulu sempat turun jadi Rp 24 ribu per kg. Tapi sesudah itu naik terus," jelas warga Lamper Tengah tersebut.

Sementara itu, harga daging ayam potong di kedua pasar tradisional tersebut juga mengalami kenaikan. Selama bulan puasa, harganya Rp 31 ribu sampai Rp 33 ribu per kg. Kini, harga daging ayam menyentuh Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kg. "Sudah dua minggu ini harga daging ayam naik terus setiap hari," ujar Sumarni, 29, pedagang daging ayam di Pasar Johar.

Kondisi ini kemudian dikeluhkan Rohmah, 34, pedagang daging ayam di Pasar Peterongan. Kenaikan harga membuat sejumlah pembeli mengeluh dan enggan untuk mengonsumsi daging ayam.

Rohmah mengaku harga daging ayam memang sudah mahal semenjak dibelinya dari peternak yang menjadi pemasok. Ditambah dengan sepinya pembeli membuat sejumlah pedagang daging ayam merugi. "Pembeli juga berkurang. Kalau naik pas Lebaran, ya wajar. Tapi ini naik sampai sebulan Lebaran," tandasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up