JawaPos Radar

Jimly: Kalau Saya Hakimnya Pasti Dikabulkan

12/07/2018, 16:28 WIB | Editor: Imam Solehudin
Jimly Asshidiqqie
Mantan Ketua MK, Jimly Asshiddiqie menilai aturan PT 20 persen harus diubah. Jimly meminta hakim MK mengabulkan uji materi PT 20 persen menjadi nol persen. (Dok.JawaPos)
Share this

JawaPos.com - Polemik aturan ambang batas pencalonan Presiden atau presidential threshold (PT) 20 persen masih berlanjut. Proses uji materi terkait PT masih bergulir di Mahakamah Konstitusi (MK).

Mantan Ketua MK pertama, Jimly Asshiddiqie mendukung jika PT 20 persen digugurkan dan dirubah menjadi 0 persen. Menurutnya langkah itu akan lebih baik bagi kemajuan demokrasi Indonesia.

Meski jika dirubah menjadi 0 persen memicu munculnya banyak figur yang maju sebagai capres, Jimly berpendapat hal itu tak perlu dipermasalahkan. Sebab, rakyat akan semakin banyak mendapat alternatif pilihan, dan demokrasi secara otomatis akan semakin terbuka.

"Nggak apa-apa calonnya banyak, emang kenapa nggak ada yang salah. Sehingga 0 persen itu masuk akal, lebih baik lah. Kalau memag ditolak oleh MK bisa diajukan untuk diturunkan saja misalnya 10 persen," ungkap Jimly di Universitas Indonesia Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/7).

Jimly menuturkan, PT 20 persen disebut akan menghambat seseorang maju sebagai capres, terutama jika ada capres petahana. Dengan demikian aturan tersebut layak dipertimbangkan ulang.

Lebih jauh, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu mengklaim, jika saat ini ia masih berkuasa di MK, maka akan dengan mudah mengabulkan permohonan judicial review tersebut.

"Kalau misal saya hakimnya bisa saja saya dikabulkan, cuma saya sudah pensiunkan," imbuh Jimly.

Jimly lantas berharap MK dapat memutus perkara ini dengan bijak. Meski, kata Jimly, MK pernah dua kali menolak perkara ini. Jimly berharap para hakim MK mampu melihat situasi yang terjadi sekarang.

"Mudah-mudahan diputus dengan wawasan luas, jangan sampe karena udah pernah diputus, karena baiknya menentukan perkembangan baru," pungkasnya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up