JawaPos Radar

Kualitas Garam Cirebon Belum Penuhi Standar Industri

12/07/2018, 14:52 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Tambak Garam
Tambak garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon. (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Harga garam di Kabupaten Cirebon yang semakin merosot, diakibatkan karena kualitasnya masih rendah. Para petani masih menganggap komoditas garam hanya sebatas untuk kebutuhan pelengkap makanan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kabupaten Cirebon Deni Agustin. Menurutnya, garam yang diolah petambak di Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, baru sebatas untuk pemenuhan garam konsumsi atau garam yodium.

Agar bisa tembus ke pangsa pasar industri, garam lokal harus bisa mencapai kadar NaCl 9,7. Sementara kualitas garam hasil petambak di Cirebon masih jauh dari standar kualitas minimum.

"Garam yang dihasilkan petani di Cirebon hanya bisa untuk kebutuhan konsumsi atau garam yodium. Belum bisa untuk memenuhi kualifikasi garam industri. Ini yang jadi masalah," ujar Deni saat dikonfirmasi, Kamis (12/7).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melalui Disdagin terus berupaya agar para petani bisa meningkatkan kualitas garam. Sehingga produksinya bisa diterima industri. Peningkatan mutu garam itu salah satu upaya agar harga garam tidak turun. Mengingat kebutuhannya adalah pelaku industri.

Adapun peningkatan kualitas garam dilakukan dengan cara melakukan diversifikasi jenis garam. Upaya itu dilakukan untuk mengklasifikasi pemasarannya.

Selain itu, Disdagin juga memberikan pendampingan dan sosialisasi pemanfaatan teknologi modern untuk menambah garam. "Kendalanya adalah petambak garam belum terbiasa menggunakan teknologi geo membran. Padahal sudah kami sosialisasi," ungkapnya.

Meski demikian, industri kecil menengah (IKM) yang memanfaatkan garam lokal di Kabupaten Cirebon terbilang sudah relatif cukup banyak. Seperti pemanfaatan garam untuk pembuatan kosmetik atau garam SPA yang sedang diminati. "Adanya terobosan dari IKM untuk memanfaatkan garam lokal, sudah sangat baik. Bahkan upaya itu diapresiasi Kementerian Kemaritiman," tutur.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up