JawaPos Radar

Gugatan Presidential Threshold Dikabulkan, Jokowi Banyak Diuntungkan

12/07/2018, 14:43 WIB | Editor: Kuswandi
Jimly Assiddiqie
Mantan Ketua MK Jimly Assiddiqie (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Penolakan terhadap angka ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold (PT) terus mengalir. Kali ini datang dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi pertama, Jimly Assiddiqie. Angka 20 persen disebut berdampak buruk pada sistem demokrasi Indonesia.

Jimly mengatakan, jika PT diubah menjadi 0 persen akan lebih banyak membawa kebaikan. Partai politik tidak akan kesulitan untuk memajukan kader terbaiknya.

Dengan demikian figur-figur capres akan lebih banyak, sehingga masyarakat juga akan lebih bervariatif dalam menentukan pilihannya karena banyak calon alternatif.

"Itu (PT jadi 0 persen) dampaknya jauh lebih baik bagi seluruh rakyat," ujar Jimly di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/7).

Selain itu, PT 0 persen juga disebut akan lebih menguntungkan capres petahana dalam hal ini Joko Widodo (Jokowi). Posisinya disebut akan semakin menguat.

Hal itu karena bisa berdampak kepada perpecahan koalisi partai oposisi. Sebab partai yang tidak mendapat jatah kursi cawapres dari Prabowo Subianto akan berpikir untuk mendaftarkan capresnya sendiri.

"Saya rasa makin 0 persen pemerintahan Jokowi makin diuntungkan dalam politik. Maka 20 persen atau 0 persen bagi pemerintahan incumbent sama saja," imbuh Jimly.

"Pertimbangkan praktis saya, nanti lawan politiknya jadi terpecah," tandasnya.

(ce1/sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up