JawaPos Radar

Polisi Bidik Tersangka Baru Kasus Tenggelamnya KMP Lestari Maju

12/07/2018, 14:21 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Polisi Bidik Tersangka Baru Kasus Tenggelamnya KMP Lestari Maju
Kabid Humas Polda Sulsel, saat memberikan keterangan perkembangan KMP Lestari Maju. (Syahrul Ramadhan/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tim penyidik Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) baru saja menetapkan menetapkam pemilik KMP Lestari Maju, Hendra Yuwono, 57, sebagai tersangka ketiga, dalam insiden tenggelamnya kapal itu di perairan Selayar.

Penetapan Hendra sebagai tersangka, melengkapi dua nama sebelumnya yang telah terlebih dulu ditetapkan oleh penyidik. Keduanya adalah, nahkoda kapal Agus Susanto dan Perwira Posker Kesyahbandaran Pelubuhan Bira, Bulukumba, Kuat Marianto.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani mengungkapan, tim penyidik tak akan berhenti untuk mendalami dan mengungkap, orang-orang yang diduga terlibat dan bertanggungjawab dalam insiden maut tersebut.

Polisi Bidik Tersangka Baru Kasus Tenggelamnya KMP Lestari Maju
KM Lestari Maju tenggelam. (Istimewa)

"Ini belum selesai. Kami akan terus bekerja, melakukan penyidikan kembali, untuk mencari siapa-siapa saja yang harus bertanggungjawab, dalam kecelakaan KMP Lestari Maju ini," tegas Dicky di Makassar, Kamis (12/7).

Kapal jenis Roro Feri ini diketahui, berlayar dari Kabupaten Bulukumba, Tanjung Bira menuju Pelabuhan Pamatata, Selayar. Diduga lambung mengalami kebocoran karena terpaan gelombang, hingga mengakibatkan mati mesin, air langsung masuk ke dalam kapal.

Kapal kemudian dikandaskan, ketika memasuki kawasan perairan Selayar, tepatnya di ujung pantai Pa'badilang, desa Bungayya, kecamatan Bontomatene, Selayar, sekitar pukul 14.30 siang, Selasa (3/7) lalu.

Berdasarkan data terbaru kepolisian, korban yang berhasil dievakuasi tim gabungan berjumlah 211 orang. 36 diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Namun, hingga saat ini, masih ada satu korban, balita atas nama Aditya, 1 tahun yang dinyatakan hilang.

Jumlah itu, juga sangat bertolak belakang bahkan berbeda jauh, dari manifes awal yang memuat 139 orang penumpang. Dalam insiden yang merenggut puluhan jiwa itu, tersangka nahkoda AS dalam kasus ini diduga melakukan pelanggaran prosedural dengan berani mengangkut penumpang yang melebihi kapasitas kapal.

Sementara untuk perwira Syahbandar KM diduga lalai karena menerbitkan surat pemberitahuan berlayar (SPB) tanpa mempertimbangkan kondisi dan keadaan kapal yang melebihi muatan serta cuaca yang saat itu sangat tak dimungkinkan untuk berlayar.

"Kedua tersangka ini berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan dan kita kembangkan, lalai dalam menjalankan peran dan tugas-tugasnya di lapangan sehingga kapal yang kelebihan muatan itu diberangkatkan," tegas Dicky.

Sementra untuk sang pemilik Hendra, karena kelalaian dan kesalahannya, sehingga menyebabkan orang lain meninggal dunia. Lebih dari itu, Hendra juga diduga mempekerjakan awak kapal tanpa memenuhi persyaratan kualifikasi dan kompetensi.

"Tidak menutup kemungkinan masih akan ada tambahan untuk tersangka-tersangka yang baru. Sampai saat ini tim masih berkerja untuk kasus ini," pungkas Dicky.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up