JawaPos Radar

Program RTMPE di Kampar, Riau

Jadi Jujugan Petani Malaysia untuk Menimba Ilmu

12/07/2018, 12:40 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Kampung Mandiri
Mantan Bupati Kampar Jefry Noer menyajikan mie instan yang dimasak dengan kompor biogas berbahan kotoran sapi, Kamis (12/7). (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Enam warga Malaysia mengunjungi lahan pertanian integrasi di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Di sana, ada Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) yang dikelola mantan Bupati Kampar Jefry Noer.

Melalui program RTMPE, masyarakat diajarkan untuk hidup secara mandiri dengan mengelola lahan seluas 1.000-1.500 meter persegi. Masyarakat bisa memanfaatkan lahan untuk beternak sapi, memelihara ayam petelur, membuat kolam ikan, rumah jamur serta menanam berbagai jenis sayuran seperti bawang merah dan cabai.

Jefry mengungkapkan, hasil yang didapat keluarga peserta RTMPE cukup besar. Yakni, antara Rp 15 juta hingga Rp 25 juta per bulan. "Nilai ini lebih besar dibandingkan dengan gaji bupati," kata Jefry, Kamis (12/7).

Kampung Mandiri
Pengolahan kotoran sapi menjadi biogas di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau (Virda Elisya/JawaPos.com)

Bahkan untuk bahan bakar kompor maupun penerangan, masyarakat cukup menggunakan biogas yang dihasilkan dari kotoran sapi. Di sini, Jefry menunjukkan kemampuannya dengan memasak mie instan dengan kompor biogas. "Ini program yang sangat bagus, menarik untuk dikembangkan," kata Asman, WN Malaysia yang berkunjung ke tempat itu.

Selain pujian dan apresasi, program RTMPE yang digalakkan Pemkab Kampar ketika di bawah kepimpinan Jefry Noer juga sudah sering mendapat perhatian serius dari negara tetangga. Bahkan program unggulan Pemkab Kampar itu sudah menggaung hingga Negeri jiran.

Beberapa kali, perwakilan dari Malaysia berkunjung ke Kabupaten Kampar untuk melihat langsung penerapan program RTMPE. Pernah pula dari Kerajaan Perak sengaja mengirimkan 22 petani datang ke Desa Kubang Jaya untuk belajar atau menimba ilmu tentang program RTMPE. "Lewat program ini, orang miskin menjadi kaya. Insya Allah masuk surga," ucap Jefry.

RTMPE sempat menjadi program unggulan Pemkab Kampar. Terutama guna menekan angka kemiskinan, mengurangi pengangguran dan membantu masyarakat dalam meningkatkan ekonominya secara merata.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up