
KELUAR API: Warga menyalakan api di air dari sumur yang diduga tercemar. Hasilnya, air itu juga mengeluarkan api.
JawaPos.com – Pemprov Jatim dan Pemkot Kediri tengah menangani laporan dugaan pencemaran air sumur milik belasan warga di Kelurahan Tempurejo, Pesantren, Kota Kediri.
Air sumur tersebut sudah diuji laboratorium. Tinggal menunggu hasilnya. ’’Laporannya sudah kami terima. Kami sudah koordinasi dengan Pemkot Kediri,” kata Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak kemarin.
Dia menjelaskan, nanti pemprov serta pemerintah pusat membuat kebijakan terkait laporan tersebut. Namun, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel air. ’’Sampel dijadikan basis untuk penilaian,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim Jempin Marbun menyatakan, berdasar laporan yang diterima, tercatat ada 14 KK yang terdampak. ’’Air sumurnya diduga tercemar,” katanya.
Hanya, kesimpulan pastinya masih menunggu hasil pengujian sampel air yang telah dilakukan DLH Kota Kediri. Nanti hasil pengujian itu dikirim ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Berdasar laporan yang diterima pemprov, peristiwa itu terjadi sudah lebih dari sebulan. Air sumur di rumah warga yang terdampak berwarna pekat. Juga mengeluarkan bau yang tak sedap. Setelah diperiksa, ternyata air sumur mereka seperti tercampur minyak. Bahkan, air tersebut dapat terbakar saat disulut api. Dugaan awal, pemicu tercemarnya air sumur milik warga itu adalah SPBU yang berada di sekitar permukiman tersebut.
Sementara itu, Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menambahkan bahwa uji lab dilakukan kemarin (11/9) dan hari ini (12/9). ’’Saat ini tim masih menunggu hasil uji lab dari tim ahli ITS,” katanya.
Dia menjelaskan, proses uji itu adalah yang kali kedua. Sebelumnya, Pertamina juga menguji lab air sumur yang diduga tercemar minyak atau BBM. Namun, dalam uji lab tersebut, tidak ditemukan indikasi pencemaran.
Terkait adanya dugaan pencemaran akibat kebocoran SPBU, Ahad menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan. Seluruh pipa telah dites. ’’Dari hasil sementara, tidak ada kebocoran. Jaringan aman,’’ kata Ahad.
Di bagian lain, berdasar perkembangan terakhir, SPBU Pertamina yang disorot warga karena diduga sebagai sumber penyebab insiden itu akhirnya ditutup sementara. Keputusan tersebut merupakan musyawarah dengan Pertamina, perwakilan DPRD Kota Kediri, dan pihak kelurahan.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut, warga dan Pertamina menyepakati untuk tidak menduga-duga pihak mana pun terkait pencemaran air. Kemudian, hasil yang sah akan mengacu pada hasil laboratorium oleh pihak independen yang ditunjuk. (hen/ais/ut/c12/ris)

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
