
Veda Ega Pratama menunjukkan performa impresif di Moto3 Italia 2026 dengan sempat bersaing memperebutkan podium sebelum finis di posisi kedelapan. (Honda Team Asia)
JawaPos.com - Veda Ega Pratama tampil impresif pada Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello, Italia, dengan finis posisi kedelapan setelah sempat bersaing memperebutkan podium. Manajer Honda Team Asia Hiroshi Aoyama menilai, pembalap muda Indonesia itu menunjukkan kedewasaan balap yang luar biasa dalam menghadapi balapan penuh tekanan dan persaingan ketat.
Performa Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan pada seri ketujuh Moto3 2026. Meski memulai balapan dari posisi ke-12, rider asal Gunungkidul tersebut mampu menembus rombongan terdepan dan hampir mengamankan podium di lintasan yang dikenal sulit diprediksi.
Hiroshi Aoyama secara khusus memberikan apresiasi atas cara Veda mengelola balapan. Menurut mantan juara dunia kelas 250cc itu, kemampuan membaca situasi dan menjaga ritme menjadi salah satu faktor penting yang membuat Veda mampu bersaing dengan para pembalap papan atas.
Baca Juga:Pasang Surut Balapan Moto3 2026, Progres Apik Veda Ega Pratama Lampaui Banyak Pembalap Berpengalaman
Aoyama menilai Veda menunjukkan perkembangan signifikan dari sisi kematangan membalap. Meski sempat mengalami kesulitan pada fase awal balapan, Veda mampu memperbaiki kecepatannya secara bertahap hingga kembali masuk dalam perebutan posisi depan.
"Veda memulai dari posisi start ke-12 dan secara bertahap meningkatkan kecepatannya sepanjang balapan. Di awal dia memang sedikit kesulitan, tetapi sejak pertengahan laga dan seterusnya dia mampu memulihkan posisi dan ikut dalam perebutan di depan," kata Aoyama.
Komentar tersebut menjadi bukti perkembangan positif Veda pada musim debutnya di Moto3. Sebagai pembalap yang belum memiliki pengalaman sebelumnya menggunakan motor Moto3, kemampuan beradaptasinya terus menunjukkan tren yang menjanjikan.
Balapan di Mugello sendiri berlangsung sangat kompetitif. Karakter trek dengan lintasan lurus panjang membuat aksi saling salip terjadi hampir di setiap lap, terutama menjelang garis finis.
Puncak performa Veda terjadi pada lap-lap terakhir balapan. Saat sebagian pembalap mulai kehilangan ritme akibat ketatnya persaingan, Veda justru mampu merangsek ke kelompok terdepan dan ikut bertarung dalam perebutan tiga besar.
Aoyama mengungkapkan anak asuhnya sempat berada dalam posisi yang sangat memungkinkan untuk mengamankan podium. Situasi balapan yang kacau dan rapat membuat posisi para pembalap terus berubah hingga tikungan terakhir.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
