Atlet tenis Ali Akbar dari Kabupaten Sampang saat menghadapi Much. Lutvi dari Kota Kediri dalam final tunggal putra di Lapangan Gajayana, Kota Malang, Rabu (2/7). Ali Akbar berhasil meraih kemenangan denganskor telak 8-2 RIANA SETIAWAN/ JAWA POS
JawaPos.com - Tim tenis Kabupaten Sampang seakan deja vu dalam final nomor beregu putra, (2/7). Tidak hanya mengulang capaian emas saat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur VI/2019 silam. Tetapi, mereka juga meraihnya dengan mengalahkan lawan yang sama yakni Kota Kediri.
Bedanya, saat meraih emas di Tuban enam tahun lalu, Sampang unggul cukup meyakinkan, yakni 2-0. Sementara, kemarin, M. Ali Akbar dkk membutuhkan tiga pertandingan untuk mengalahkan Kota Kediri 2-1 di Lapangan Tenis Stadion Gajayana, Kota Malang.
Kepastian emas Porprov Jatim IX/2025 itu didapat setelah pasangan ganda Bayu Wirahadi/M. Ali Akbar menang 8-3 melawan Much. Lutvi/Ferdiansyah Tri Pamungkas.
Sebelumnya, tunggal pertama Sampang Ferdiansyah Dwi Effendi keok 0-8 dari Adinda Satria Gamal. Lalu di pertandingan kedua, Ali Akbar menang 8-2 menghadapi Lutvi.
“Alhamdulillah untuk Porprov 2025 Sampang mendapatkan medali emas. Ini bukan aji mumpung, karena kami persiapkan mulai dari empat tahun yang lalu,” kata Ketua PELTI Sampang Abdullah Hidayat.
Ya, semenjak beberapa atlet seperti Ari Faresi atau Gunawan Trismuwantara tidak bisa lagi tampil di Porprov, Sampang harus kembali mencari atlet baru.
Nah, belakangan, selain Ali Akbar yang sudah berpengalaman meraih emas enam tahun lalu, ada juga nama Bayu Wirahadi yang muncul. Mereka ditangani oleh pelatih Muhammad Ichsan Effendi.
Dalam dua pertandingan terakhir, pasangan Bayu/Ali Akbar selalu muncul jadi aktor penentu kemenangan. Saat babak semifinal melawan Kota Surabaya misalnya.
Bayu/Ali Akbar menang 8-5 menghadapi Ganda Ananda Prima/Faza Syafrizal. Hasil tersebut memastikan keunggulan 2-1 Sampang atas Surabaya.
Kemenangan menghadapi Surabaya, tim unggulan kuat juara itu dinilai jadi kunci. “Kami melihat bahwa perjuangan pemain kami sebenarnya lawan Surabaya. Di final ini pemain kami tidak susah untuk mengalahkan Kota Kediri,” beber Abdullah.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
