[ Selasa, 29 Juli 2008 ]
Bisa Turun Lawan PSIM
MALANG - Munhar, Jaya Teguh Angga, dan Harmoko resmi berbaju Persema Malang di pentas sepak bola Divisi Utama musim 2008/2009. Itu terjadi setelah alih status ketiga punggawa PON Jatim 2008 itu dari amatir ke nonamatir sebagai syarat membela klub profesional sudah beres kemarin (28/7).
Ketiganya sudah didaftarkan ke Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) dan dipastikan bisa turun di laga perdana Persema di kandang PSIM Jogjakarta Selasa (5/8). "Tiga pemain ini bisa diturunkan di laga pertama. Masalah administrasinya sudah beres," kata Hadi Santoso, manajer Persema, kemarin.
Sony -panggilan akrab Hadi Santoso- menambahkan, proses alih status hingga pendaftaran ketiga pemain itu ke BLI memang tidak mengalami kendala sama sekali. Sebab, jauh-jauh hari pihaknya menyiapkan segala keperluan masalah alih status. Karena proses alih status lancar, Sony mengaku cukup lega.
Tiga pemain tersebut cukup dibutuhkan tim Persema untuk mengarungi kompetisi Divisi Utama mendatang.
Sementara itu, pelatih Persema Subangkit menyatakan sangat lega atas cepatnya proses alih status trio PON tersebut. Apalagi, ketiganya juga sudah didaftarkan ke BLI oleh manajemen. Dengan begitu, Subangkit tidak khawatir kekurangan stok pemain selama mengarungi kompetisi.
Terutama di sektor belakang, Subangkit sudah punya alternatif pemain yang bisa menggantikan peran Aris Budi Prasetyo yang masih cedera. Pemain yang disiapkan tersebut adalah Munhar. Pemain pilar PON itu juga sudah dijajal saat Persema menghadapi PS RSSA di Stadion Gajayana Kamis (24/7).
Selain Aris yang mungkin absen, ada Seme Pierre Patrick. Pemain asal Kamerun itu belum bisa dipastikan siap melawan PSIM. Sebab, mantan pemain Persikabo Bogor tersebut masih berada di Malaysia untuk mengurus paspor. Kalaupun sudah datang, kondisi fisiknya masih diragukan. Dia butuh waktu minimal sepekan untuk mengembalikan kondisi fisik setelah seminggu absen latihan.
"Dengan tampilnya Munhar, kami tidak perlu khawatir dengan lini belakang yang masih menjadi titik kelemahan," ucap Subangkit.
Lini belakang dipercayakan kepada Munhar karena Subangkit menilai kualitas jebolan Persema U-23 itu cukup bagus. Performanya ketika membela tim PON Jatim di Kaltim cukup menanjak. Meski begitu, Subangkit merasa butuh polesan lebih keras. Itu dilakukan untuk mengoptimalkan kerja sama dengan pemain lain di lini belakang.
"Latihan lima hari ini akan dioptimalkan untuk memadukan mereka," paparnya. (yon/abm/jpnn/diq)