
Para pemain Persebaya merayakan gol Francisco Rivera ke gawang Persita. (Persebaya)
JawaPos.com–Persebaya Surabaya sempat menghadapi trauma setelah kalah telak dari Borneo FC 5-1 pada pekan ke-25 super league. Akibat kekalahan tersebut, jumlah kebobolan mereka sejak ditangani Bernardo Tavares menjadi 15 gol.
Persebaya pun dicap memiliki pertahanan yang buruk sejak paruh kedua super league musim ini. Hal itu memunculkan kekhawatiran tersendiri saat menjamu Persita Tangerang kemarin (4/4), apalagi tim berjuluk Pendekar Cisadaane itu menempati peringkat lebih baik dari Green Force.
Maka dari itu, Bernardo Tavares bertekad memperbaiki pertahanan Persebaya agar tidak menjadi lumbung gol dari Persita meski bermain di Stadion Gelora Bung Tomo. Dia pun menerapkan garis perlindungan serta mengutamakan penguasaan bola agar tim lawan tidak bisa mengembangkan permainan.
Baca Juga:Lautaro Martinez: Penurunan Performa Wajar, Bastoni Telah Berikan Segalanya untuk Timnas Italia
Strategi itu ternyata jitu. Persebaya sukses mengalahkan Persita. Meski hanya menang 1-0, namun Francisco Rivera CS menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, terutama dalam sektor pertahanan.
Hal itu terlihat dari statistik versi Liga 1 Match, Green Force berupaya mempertahankan kemenangan dengan menurunkan garis pertahanan untuk mengendalikan permainan dan membuka peluang menambah gol melalui skema serangan balik.
Tercatat, skuad asuhan Bernardo Tavares mampu meredam serangan Persita dan memaksa Pendekar Cisadane hanya sanggup melepaskan tujuh tendangan dimana cuma satu yang berupa shoot on goal.
Tim tamu juga hanya mampu menciptakan dua peluang, padahal mereka unggul tipis dalam penguasaan bola, yaitu 51 persen berbanding 49 persen milik Persebaya. Hal ini membuat Bernardo Tavares cukup puas dengan performa timnya.
”Satu hal yang saya senangi adalah sikap pemain saat menguasai bola maupun tanpa bola. Tentu saja, ada beberapa hal yang perlu kami perbaiki,” ujar Tavares seperti dikutip dari Antara.
Salah satu aspek yang diperbaiki adalah meminimalisir kesalahan terutama di menit-menit krusial seperti menjelang akhir laga, apalagi dalam kondisi sudah unggul.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
