
Bek Persebaya Surabaya, Mikael Alfredo Tata, mendapat dukungan penuh manajemen usai menjadi korban rasisme di media sosial. (Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya mengambil langkah tegas setelah bek mudanya, Mikael Alfredo Tata, menjadi korban rasisme di media sosial. Insiden itu mencuat usai laga panas Persebaya Surabaya vs Persib yang berakhir imbang 2-2 dan langsung memantik reaksi keras dari manajemen Green Force.
Mikael Tata menerima komentar bernada rasis di akun media sosialnya tak lama setelah pertandingan berakhir. Situasi ini membuat manajemen tak tinggal diam dan segera menyiapkan langkah resmi.
Melalui unggahan di akun @officialpersebaya, klub berjuluk Green Force memastikan kasus tersebut dilaporkan ke Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia dan I League selaku operator kompetisi. Laporan itu diajukan agar ada penanganan serius dan efek jera bagi pelaku.
Sikap tegas ini menjadi sinyal kuat Persebaya Surabaya dalam memerangi rasisme di sepak bola Indonesia.
Manajemen menilai tindakan diskriminatif tak bisa dianggap angin lalu, apalagi menyasar pemain yang sedang berjuang di lapangan.
Dalam pernyataan resminya pada Rabu (04/03/2026), Persebaya Surabaya menyampaikan pesan yang menyentuh sekaligus menohok. Klub menegaskan nilai-nilai yang selama ini dijunjung tinggi dalam sepak bola.
“Sepak bola bukan hanya adu strategi dan gengsi di atas lapangan. Ia adalah tempat untuk saling mengenal dan bertemu antar sesama, pemain, official, pelatih, juga sesama pecinta sepak bola. Tempat di mana perbedaan latar belakang, warna kulit, maupun identitas, tak pernah menjadi alasan untuk direndahkan,” tulis manajemen.
Pernyataan itu menjadi pengingat keras bagi siapa pun yang masih membawa kebencian ke ruang publik, termasuk media sosial.
Persebaya Surabaya ingin menegaskan sepak bola seharusnya menjadi ruang aman bagi semua insan yang terlibat.
“Karena pada akhirnya, sepak bola adalah tentang kebersamaan. Bukan kebencian. Manajemen Persebaya mengutuk keras aksi Rasisme. Baik yang dilakukan suporter klub lain maupun bila itu dilakukan oleh suporter Persebaya sendiri,” lanjut pernyataan tersebut.
Pesan itu memperlihatkan sikap objektif manajemen yang tak pandang bulu. Mereka siap mengecam siapa saja, termasuk jika pelaku berasal dari pendukung sendiri.
Saat ini, defender Persebaya Surabaya, Mikael Alfredo Tata, disebut mengalami deraan rasisme yang bertubi-tubi. Intensitas komentar negatif di media sosial menjadi perhatian serius klub.
“Manajemen sudah melakukan pelaporan kepada APPI dan I League untuk penanganan lebih lanjut,” tegas pernyataan resmi tersebut. Langkah ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk penanganan lebih sistematis terhadap kasus serupa.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
