Pelatih Persebaya Bernardo Tavares berharap dukungan bonek. (Istimewa)
JawaPos.com — Kemenangan tipis 1-0 Persebaya Surabaya atas PSM Makassar tak sepenuhnya membuat pelatih Bernardo Tavares puas. Jelang duel panas melawan Persib Bandung, ia blak-blakan menyoroti masalah klasik Persebaya Surabaya yang belum juga tuntas: kurang klinis di depan gawang.
Dalam laga di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Persebaya Surabaya melepaskan 20 percobaan tembakan. Namun, hanya tiga yang benar-benar mengarah tepat ke sasaran dan berujung satu gol kemenangan.
Catatan itu menjadi perhatian serius sang pelatih meski tiga poin berhasil diamankan. Tavares menilai dominasi dan banyaknya peluang belum cukup jika akurasi tak segera dibenahi.
“Namun saya bersyukur mereka (pemain) masih membuat banyak peluang," kata Tavares dalam konferensi pers pascapertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu malam.
Kalimat itu jadi penegasan jika produktivitas peluang tetap ia apresiasi.
Meski begitu, ia tak menutup mata pada kekurangan yang terlihat jelas di atas lapangan. Efektivitas penyelesaian akhir kini masuk daftar pekerjaan rumah yang wajib dituntaskan sebelum pertandingan berikutnya.
“Hari ini kami menciptakan banyak, tapi ke depannya saat menembak bola, akurasi harus ditingkatkan,” ucapnya. Pesan tersebut terdengar sederhana, tetapi dampaknya bisa besar jika tak segera diatasi.
Berdasarkan statistik, Persebaya Surabaya mencatat 20 tembakan dengan enam tepat sasaran. Sementara PSM hanya mampu membuat lima percobaan dengan satu yang mengarah ke gawang.
Dari sisi expected goals (xG), Persebaya Surabaya membukukan angka 5,4 berbanding 1,2 milik lawan. Data itu menunjukkan dominasi serangan Green Force sebenarnya sangat signifikan.
Namun, akurasi tembakan Persebaya Surabaya hanya berada di angka 30 persen. Angka tersebut memang lebih baik dari PSM yang mencatat 20 persen, tetapi tetap belum ideal untuk tim yang menargetkan kemenangan meyakinkan.
Tavares juga menyinggung perubahan pendekatan permainan dibanding laga sebelumnya. Ia menilai para pemain sempat terlalu terburu-buru mengirim bola lambung sehingga alur serangan mudah dipatahkan.
Dalam pertandingan melawan PSM, permainan bola bawah dinilai lebih berkembang. Pergerakan dan kombinasi antarpemain terlihat lebih rapi meski belum sepenuhnya tajam di penyelesaian akhir.
Ia mengaku telah melakukan pertemuan individual dengan sejumlah pemain. Fokus pembicaraan mengarah pada pengambilan keputusan saat mengalirkan bola dan memilih opsi terbaik di momen krusial.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
