Persebaya Surabaya terlalu superior saat hadapi Bhayangkara FC. (Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya benar-benar menunjukkan dominasi saat berhadapan dengan Bhayangkara FC di era Super League. Total 17 gol sukses diborong Green Force ke gawang The Guardians, menegaskan superioritas yang tak terbantahkan dalam 11 pertemuan terakhir.
Catatan itu menjadi modal psikologis penting jelang duel pekan ke-21 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026) malam.
Persebaya Surabaya sedang berada dalam tren positif dan ingin melanjutkan momentum saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Dari 11 bentrok di era Super League, Persebaya Surabaya tampil lebih tajam dan efektif. Mereka mengemas 17 gol, sementara Bhayangkara FC hanya mampu membalas 10 gol.
Statistik tersebut menunjukkan Persebaya Surabaya lebih konsisten dalam memaksimalkan peluang. Produktivitas itu juga mencerminkan karakter permainan agresif yang kerap merepotkan lini pertahanan Bhayangkara FC.
Namun situasi jelang laga kali ini tak sepenuhnya mudah bagi tuan rumah. Bhayangkara FC datang dengan wajah baru setelah aktif di bursa transfer putaran kedua Super League 2025/2026.
Pelatih Persebaya Surabaya yang berlisensi UEFA Pro pun memberi perhatian khusus terhadap pergerakan rivalnya itu. Ia menilai aktivitas transfer Bhayangkara FC membuat kekuatan mereka meningkat signifikan.
“Saya rasa Bhayangkara FC adalah salah satu tim yang mendapatkan lebih banyak pemain di bursa transfer kali ini. Dan bukan hanya itu, ada pemain-pemain kunci dari klub lain," ujarnya.
"Jika anda ingat, mereka merekrut Moussa Sidibe, yang sebelumnya merupakan pemain kunci di Persis Solo. Mereka juga merekrut Privat Mbarga yang sebelumnya bermain di Bali United.”
“Mereka merekrut Yamamoto, dan pemain Jepang lainnya. Jadi mereka memiliki banyak pemain baru yang tidak perlu beradaptasi di Indonesia.”
"Sedangkan kami merekrut pemain yang membutuhkan adaptasi. Jadi mereka akan menjadi tim yang berbahaya. Jika Anda ingat, di pertemuan pertama kami bermain imbang 1-1 di sana. Hampir saja menang, tetapi kebobolan gol di perpanjangan waktu melalui lemparan ke dalam,” pungkasnya.
Pernyataan itu menegaskan laga kontra Bhayangkara FC tak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi pada pertemuan pertama musim ini, Persebaya Surabaya harus puas bermain imbang 1-1 di kandang lawan pada 28 November 2025.
Saat itu Persebaya Surabaya hampir membawa pulang tiga poin sebelum kebobolan di menit akhir. Gol penyama kedudukan Bhayangkara FC lahir lewat situasi lemparan ke dalam yang gagal diantisipasi dengan sempurna.
Jika menilik ke belakang, dominasi Persebaya Surabaya terlihat cukup konsisten sejak 2018. Pada musim 2018, mereka bermain imbang 3-3 di kandang Bhayangkara sebelum menang 1-0 di Surabaya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
