
Ilustrasi neraca keuangan. Klub kasta kedua Inggris EFL Championship menghadapi tekanan besar dari sisi finansial. (Istimewa)
JawaPos.com–Kompetisi kasta kedua Inggris EFL Championship menghadapi tekanan besar dari sisi finansial. Dalam 10 tahun terakhir, total kerugian klub-klub di liga ini telah menembus angka £3 miliar atau sekitar Rp 60 triliun.
Angka tersebut mencerminkan kondisi yang tidak sehat, terutama karena sebagian besar klub terus bergantung pada suntikan dana dari pemilik. Tanpa dukungan tersebut, banyak klub diperkirakan tidak akan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Ketua Portsmouth FC Michael Eisner menyebut situasi ini sebagai ancaman serius bagi masa depan kompetisi. ”Tidak ada klub yang bisa bertahan lama dalam sistem seperti ini. Jika terus berlanjut, bencana bisa terjadi,” ujar dia dikutip dari bbc.com.
Baca Juga:Italia Terpuruk dari Juara Eropa ke Gagal Piala Dunia, Ini 7 Masalah yang Menghantui Gli Azzurri
Data terbaru menunjukkan hanya segelintir klub yang mampu mencatat keuntungan musim lalu. Stoke City menjadi salah satunya, itu pun setelah pemilik klub menghapus utang besar untuk menyeimbangkan laporan keuangan.
Masalah utama Championship terletak pada pengeluaran yang jauh melampaui pemasukan. Gaji pemain menjadi komponen terbesar, yang dalam banyak kasus bahkan sudah melebihi total pendapatan klub. Kondisi ini membuat klub berada dalam posisi rugi bahkan sebelum biaya operasional lain dihitung.
Pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire menilai fenomena ini sebagai budaya overspending yang sudah berlangsung lama. Keberlangsungan klub saat ini sangat bergantung pada pemilik kaya yang bersedia terus menyuntikkan dana.
”Pada dasarnya mereka menyubsidi klub, dan itu tidak bisa berlangsung selamanya,” jelas Kieran Maguire.
Ambisi untuk promosi ke Premier League menjadi faktor utama di balik kondisi ini. Perbedaan pendapatan yang sangat besar membuat klub berlomba-lomba mengeluarkan dana besar demi peluang naik kasta.
Namun, strategi tersebut tidak selalu berbuah hasil. Leicester City menjadi contoh nyata, dengan kerugian mencapai lebih dari £300 juta dalam lima tahun terakhir. Alih-alih stabil, mereka justru menghadapi sanksi dan ancaman degradasi.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
