Laga Real Madrid kontra Osasuna yang berakhir dengan skor 1-2. (Dok. Instagram/@caosasuna)
JawaPos.com - Kekalahan 1-2 dari CA Osasuna di Stadion El Sadar, Pamplona dalam jornada ke-25 LaLiga dini hari kemarin (22/2) bukan hanya mengakhiri tren positif sembilan kemenangan beruntun Real Madrid. Laga itu juga menegaskan persoalan lama: kesulitan menembus blok pertahanan rendah dan ketergantungan berlebih di sektor kiri serangan.
Sepanjang musim ini Madrid sering menguasai bola, tapi kesulitan menyerang ketika menghadapi tim dengan pertahanan rendah (low block). Pola itu terlihat saat melawan Osasuna. Los Blancos menguasai bola hingga 81 persen, mengontrol babak pertama, tetapi tempo permainan yang lambat membuat pergerakan mudah dibaca lawan.
Entrenador Madrid, Alvaro Arbeloa mengakui persoalan tersebut. “Babak pertama kami cukup mengontrol permainan, tetapi tempo kami sangat kurang melawan pertahanan rapat. Anda harus menggerakkan bola jauh lebih cepat, atau mereka akan dengan mudah bertahan,” beber Arbeloa dikutip dari Diario AS.
Selain itu, Arbeloa juga menyoroti pola serangan yang terlalu condong ke kiri. Di situ, Los Blancos -julukan Real Madrid- seakan berharap pada momen-momen ajaib yang diciptakan Vinicius Jr atau Kylian Mbappe. “Kami harus mampu menembus pertahanan di kedua sisi. Saat ini, kami lebih banyak fokus pada permainan di sayap kiri, dan kami perlu mampu melakukan hal yang sama di sisi lainnya,” ucapnya.
Nah, situasi itu jadi perhatian serius jelang duel leg kedua playoff babak gugur Liga Champions melawan SL Benfica di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2) dini hari. Posisi Federico Valverde dkk belum aman karena baru menang 1-0 dalam laga tandang di Estadio da Luz pekan lalu.
“Saya harap kekalahan ini tidak berarti apa-apa, karena kami akan berjuang lagi dalam empat hari. Sebuah tim menunjukkan kekuatannya dalam kesulitan. Saya percaya pada tim saya,” ucap sosok yang menjalani awal karier pemain dan pelatih di akademi Real Madrid itu.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
