Senegal memastikan diri sebagai juara Piala Afrika 2025 setelah mengalahkan tuan rumah Maroko 0-1. (Instagram AFCONN 2025)
JawaPos.com - Senegal sukses meraih gelar juara Piala Afrika 2025 setelah mengalahkan tuan rumah Maroko di final yang dramatis pada Minggu (18/1) waktu setempat. Satu-satunya gol yang terjadi pada laga itu dicetak oleh Pape Gueye.
Namun, yang menjadi sorotan pada pertandingan puncak tersebut adalah aksi walk out yang sempat dilancarkan pemain Senegal karena Maroko mendapat hadiah penalti.
Hal itu karena salah satu pemain Senegal, El Hadji Malick Diouf, dianggap melakukan pelanggaran di kotak penalti setelah melalui peninjauan VAR yang ketat.
Mengutip dari The Guardian, setelah keputusan penalti diberikan, para pemain Senegal diminta melakukan aksi walk out oleh pelatih mereka, Pape Thiaw. Namun, Sadio Mane tidak ikut dan meminta para pemain serta pelatihnya kembali ke lapangan. Aksi tersebut menghambat pertandingan.
Baru setelah adanya negosiasi alot, pemain dan ofisial Senegal kembali ke lapangan. Insiden itu sampai menghentikan pertandingan hingga sekitar 15 menit.
Apa yang dilakukan Timnas Senegal jelas tidak dibenarkan, bahkan mungkin akan berbuntut sanksi bagi pelatih dan pemain yang terlibat. Namun, muncul dugaan bahwa tindakan yang dilakukan mereka merupakan bentuk protes terhadap kejengkelan yang menumpuk.
Masih dari sumber yang sama, Senegal telah memprotes kurangnya keamanan saat mereka tiba di stasiun Agdal di Rabat pada Sabtu (17/1) pagi, lalu mengeluhkan alokasi tiket sekitar 2.800 penonton di stadion berkapasitas 69.500 untuk final.
Mereka juga harus berganti hotel karena menilai akomodasi yang awalnya ditawarkan kepada mereka tidak memadai. Serta tidak senang saat diminta berlatih di kompleks Mohammed VI di Sale, tepat di luar Rabat, karena merasa khawatir dimata-matai.
Meski begitu, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Senegal terkait tindakan walk out itu, karena saat konferensi pers pasca laga, pelatih Senegal, Pape Thiaw dihujat habis-habisan oleh para wartawan Maroko, hingga memilih pergi untuk tidak memberikan keterangan pers.
Di sisi lain, pelatih Maroko Walid Regragui menilai apa yang dilakukan Senegal sangat memalukan. Ia bahkan menuding Thiaw tidak menghormati Afrika.
“Citra yang kita berikan tentang (sepak bola) Afrika malah terlihat memalukan! Seorang pelatih yang meminta pemainnya meninggalkan lapangan, apa yang dilakukan Pape tidak menghormati Afrika,” ketus Regragui seperti dikutip dari The Guardian.
Tetapi, ia menyanggah bahwa tindakan walk out Senegal akan membuat pihaknya 'mengasihani' kegagalan Brahim Diaz saat melakukan penalti panenka yang mengakibatkan Maroko gagal mengunci gelar Piala Afrika yang sudah di depan mata.
“Walk out itu tidak akan membuat tendangan penalti buruk Brahim mudah dimaafkan begitu saja. Dia menendangnya seperti itu dan kita mau tidak mau harus menerimanya, padahal gelar sudah di depan mata. Itulah sepak bola. Seringkali kejam. Kita bisa kehilangan kesempatan mengakhiri puasa gelar juara hanya dalam sekejap," pungkasnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
